Pamekasan, 31/7 (Media Madura) – Karena tidak menemukan solusi terkait permintaan penutupan tempat Karaoke Terang Bulan (TB) dan Wiraraja saat berdiskusi dengan Anggota Komisi I DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur maka sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) menemui Bupati setempat, Senin (31/7/2017) siang.

Dalam pertemuan itu, pembahasannya tidak jauh dengan waktu di kantor wakil rakyat, yaitu meminta ketegasan agar karaoke Terang Bulan (TB) dan Wiraraja disegel dalam artian tidak boleh ada aktifitas apapun.

“Dengan iming-iming ditutup kami dikibuli, karena, karaoke tersebut meski sudah ditutup tapi dimalam hari masih beroperasi,” kata tokoh setempat, KH Abdullah Baqir Jailani.

“Saya minta dua karaoke itu ditutup, bukan hanya ditutup pakai spanduk tapi harus tidak beroperasi,” sambungnya.

Buktinya, tambah Bakir, beberapa hari yang lalu didalam dua tempat karaoke itu terdapat beberapa perempuan berpakaian terbuka lagi asyik bersama pasangannya. Diyakini dalam tempat hiburan itu ada aksi pornoaksi dan pornografi.

“Dua tempat itu sangat meresahkan warga Desa Tlanakan dan Pamekasan secara umum, karena disana dijadikan tempat mesum bahkan menyediakan minuman keras, kalau tidak percaya kami ada rekamannya,” tambahnya dengan nada agak keras.

Sementara Bupati Pamekasan, Achmad Syafii saat menemui beberapa tokoh mengatakan, dirinya akan membuktikan permintaan para warga Desa Tlanakan tersebut, dengan catatan ada bukti kuat, bahwa dua tempat karaoke itu masih beroperasi meski sudah ditutup.

“Tolong bawa bukti ke kami, agar kami punya referensi untuk melakukan tindakan dan selama ini kami sudah berbuat, menutup itu,” tuturnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan