Sumenep, 18/3 (Media Madura) – Klub pendatang baru di Pulau Garam, Madura FC baru saja di-launching beberapa hari lalu di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. 

Praktis, hal itu pun menjawab semua teka-teki prihal identitas tim berjuluk Laskar Jokotole yang sejak kemunculannya sempat simpang siur tersebut.

Madura FC merupakan balik nama dari Persebo Bondowoso. Sebuah klub divisi utama (dulu) yang diakuisisi oleh MH Said Abdullah, sehingga Madura FC otomatis menjadi peserta Liga 2 musim ini. 

Klub yang kemudian menegaskan diri bermarkas di Sumenep ini memiliki fakta unik, mulai dari jajaran manajemen, pelatih hingga para pemain yang memperkuatnya. 

Ya, tim Madura FC bisa dibilang cita rasa klub saudara tertuanya di Sumenep, yakni Perssu Real Madura.

Di tubuh managemen misalnya, Madura FC diisi oleh beberapa eks Perssu, seperti Media Officer-nya, Januwar Herwanto, dia merupakan MO Perssu saat ambil bagian di turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016 lalu. 

Lalu di jajaran pelatih, Coach Salahudin merupakan mantan arsitek Perssu, dan bahkan menjadi pelatih pencetak sejarah dengan membawa Laskar Kuda Terbang menjadi juara 3 ISC B tahun lalu. 

Selain itu, ada lima pemain yang kini memperkuat Madura FC juga tercatat sebagai eks punggawa inti Perssu di musim sebelumnya. Mereka adalah Anis Mujiono, Fahad Ismail, Acha, Zainul Hidayat dan Andre Vembaryono.

Tidak sampai disitu, mess yang gunakan Madura FC pun merupakan bekas mess Perssu, yang berada di Jalan Guntur (utara Stadion A Yani Sumenep).

Sementara untuk kompetisi Liga 2, Madura FC dan Perssu juga dipastikan akan berbagi kandang, yaitu Stadion A Yani Sumenep. 

Bedanya hanya, Madura FC tergabung di grup 7 bersama Persekap Pasuruan, Persekam Metro FC, Persigo Semeru FC, PS Badung, PS Sumbawa Barat, dan Celebest FC.

Sedangkan Perssu menghuni grup 6 bersama Persewangi, Persik, Sidoarjo United, PSBK Blitar, Mojokerto Putra, dan Kalteng Putra.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan