Pamekasan, 6/4 (Media Madura) – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Achmad Syafii tengah mencari waktu yang tepat untuk menertibkan seluruh pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sejumlah titik di wilayah itu.

“Kita sudah berikan waktu 4 tahun kepada mereka untuk berjualan di areal terlarang. Dalam waktu dekat ini seluruh PKL akan ditertibkan,” kata Syafii.

Selain akan ditertibkan, pemerintah juga sedang menyiapkan solusi untuk mereka agar tidak ada merasa dirugikan.

“Kalau kita tertibkan, kita sudah siapkan tempat. Kita sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada mereka,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

“Yang Arek Lancor (direlokasi) ke eks PJKA,” sambung orang nomor satu di lingkungam Pemkab Pamekasan itu.

Syafii mengaku, kerap mendapat keluhan dari masyarakat. Selain keluhan dari para pedagang sendiri.

“Saya pernah diprotes oleh penjual buah. Yang dulunya pernah ditertibkan oleh Satpol PP,” bebernya.

PKL yang memanfaatkan trotoar untuk berjualan betul-betul sedang menjadi perhatian serius Pemkab Pamekasan. Pasalnya, Syafii akan membahas persoalan ini dengan lembanga TNI-Polri.

“Rapatnya besok malam dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim,” ungkapnya.

Upaya Pemkab Pamekasan untuk menertibkan PKL mendapat dukungan sejumlah mahasiswa. Mereka setuju jantung perkotaan steril dari PKL.

“Saya sangat setuju. Bahkan, kalau PKL masih nekat balik lagi, diberi sanksi tegas saja, supaya ada efek jera,” kata Ubaidillah salah satu mahasiswa STAIN Pamekasan.

Dia menilai, keberadaan PKL di jantung perkotaan kurang elok dipandang mata. Keindahan dan kerapian Pamekasan seakan hilang. Terkesan kurang diperhatikan oleh pemerintah.

“Apalagi kemacetan dan pasar tumpah yang kerap terjadi di jantung perkotaan tidak lepas dari ulah para PKL. Intinya, kami mendukung langkah pemerintah,” tandasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan