Pamekasan, 5/4 (Media Madura) – Jumlah bidang tanah yang bersertifikat di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sangat rendah dibanding dengan tiga kabupaten lainnya di pulau Madura.

Kepala Seksi (Kasi) Penataan dan Penguasaan Pertanahan BPN Pamekasan M Sofwan Hardy mengatakan, di Bumi Gerbang Salam masih 352 bidang tanah sudah dinyatakan bersertifikat dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, terhitung sejak Januari hingga Maret 2017 lalu.

“Jumlah 352 bidang tanah yang sudah disertifikat itu masih jauh dari target, kalau dipersentasikan mungkin hanya 20 persen saja,” katanya, Rabu (5/4/2017).

Ditambahkan oleh Sofwan, hal itu berdasar data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pamekasan yang sudah melakukan sertifikasi selama tiga bulan terakhir. Padahal pemerintah pusat mematok target hingga 7 ribu bidang tanah.

“Untuk sementara jumlah tersebut sangat jauh dari target yang dicanangkan, terlebih mereka harus melakukan sertifikasi tanah hingga 7 ribu pada medium 2017,” tambahnya.

Faktornya, kata Sofwan, karena animo dan kesadaran masyarakat sendiri yang masih rendah. Saat ini ada program dari pemerintah pusat tanah bersertifikat, yakni di Desa Blumbungan dan Desa Lancar Kecamatan Larangan.

“Selama ini kita sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar segera melakukan sertifikasi tanah,” jelas Sofwan.

“Dalam mengurus sertifikat ini, masyarakat bisa mengajukan sendiri atau melalui kepala desa (kades). Tapi kesadaran masyarakat masih kurang, sekalipun tidak hanya terjadi di Pamekasan,” pungkasnya.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan