Oleh : Esa Arif As

Untuk apa kita menguji kesetiaan bunga pada tangkai sementara waktu telah menunggu musim gugurnya pada gersang

Dentum kehancuran istana cinta telah dibisikkan pada bait-bait puisi yang tak sempat dibacakan ilalang pada malam yang terus berjatuhan

Kesunyian tak perlu berperang dan terus membunuh dengan perlahan, sebab jika rindu adalah sebentuk luka maka kau akan tercabik karenanya.

Tunggulah, hela demi hela nafas yang kau hirup dengan penuh asa dan cinta akan mencipta musim yang bernama air mata.

– Pamekasan 2016

* Penulis adalah direktur mediamadura.com, pencinta sastra dan kesenian.

Tinggalkan Balasan