Sampang, 13/3 (Media Madura) – Berdalih untuk membayar SPP anaknya yang masih duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD), Syaiful Bahri alias Sahi (37) nekat mencuri sepeda motor di kampung sendiri di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.

“Sudah sekali mencuri Pak. Saya lakukan karena kepepet untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Ini pun anak minta bayar SPP sekolah, biasanya kerja sehari sebagai petani garam karena gak punya ijazah,” terang Sahi saat ditanya petugas, Senin (13/3/2017).

Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasubag Humas Ipda Eko Puji Waluyo, mengatakan Sahi ditangkap di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, pada Jumat (8/3/2017) kemarin. Bapak muda mempunyai dua orang anak ini sebelumnya masuk DPO selama 7 bulan setelah melakukan tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan sepeda motor dengan komplotan pencuri.

“Tersangka selama ini selalu berpindah-pindah dari Sidoarjo ke Surabaya,” terang Puji.

Singkat cerita, pencurian itu terjadi pada 21 Agustus 2016 lalu. Sahi melakukan pencurian dengan cara masuk ke pekarangan rumah korban dan merusak kunci pagar. Ia lakukan bersama rekannya, Wari warga Kecamatan Jrengik, yang kini telah di vonis oleh Pengadilan Negeri Sampang.

Saat hendak membawa motor Honda Vario nopol M 6468 PG milik korban inisial MI (26) warga Desa Pangarengan, kedua pelaku dipergoki warga. Sayangnya, Wari ditangkap warga dan diserahkan ke polisi, namun Sahi berhasil kabur melarikan diri.

Puji menambahkan, tertangkap tersangka Sahi akan segera menyusul rekan komplotannya di balik jeruji tahanan. Untuk itu, pihaknya segera memproses berkas perkara tersebut.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan tiga buah kunci leter T, kunci magnet, kunci pas, gembok pagar, sepeda motor, dan lainnya. Untuk mempertanggungjawab perbuatannya, kini dijerat dengan pasal 363 junto 53 KUHP ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan