Pamekasan, 3/3 (Media Madura) – Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq mengatakan, potensi penambahan sumbangan Madura United untuk sewa Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih bisa terjadi.

Sebab, menurutnya, Laskar Sape Kerrab masih menyisahkan satu kompetisi lagi, yakni Liga 1, yang dimungkinkan digelar bulan April mendatang.

“Masing-masing peserta Liga 1 yang akan menjalani 17 pertandingan home, sangat memungkinkan sebagian pertandingan digelar di SGRP,” kata Habib sapaan Ziaul Haq.

Namun, detailnya, Habib tidak merinci anak asuh Gomes De Oliviera bakal berhome base di Pamekasan berapa kali pertandingan. Menyusul, SGRP masih manjadi sorotan PSSI.

“Peluang untuk pelaksanaan pertandingan di SGRP sangat tergantung dari kondisi Filed Off Play, utamanya kerataan lapangan yang saat ini menjadi sorotan PSSI,” bebernya.

Pasalnya, PT PBMB selaku badan hukum yang menaungi Madura United berencana tetap mendaftarkan SGRP sebagai kandang mereka di Liga 1, selain Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Kendati begitu, upaya mereka tampaknya tidak akan berjalan mulus bilamana pemilik stadion dalam hal ini, Pemkab Pamekasan tidak membenahi stadion sesuai petunjuk ‘surat cinta’ yang dilayangkan PSSI beberapa waktu lalu. Parahnya, Madura United bisa terancam angkat kaki dari Pamekasan.

“Sementara kami masih belum bisa mengusulkan mana yang akan dijadikan stadion utama, dan stadion alternatif,” Habib menandaskan.

Sejak stadion diresmikan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii pada November 2016 lalu, Madura United bertandingan di stadion itu sebanyak 8 pertandingan. Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC), Piala Presiden, dan laga uji coba.

Setiap pertandingan, manajemen klub membayar sewa stadion sebesar Rp 25 juta. Total biaya yang sudah dikeluarkan selama 8 pertandingan mencapai Rp 200 juta. Juga wajib membayar pajak hiburan.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan