Solo, 25/2 (Media Madura) – Madura United ditaklukkan Pusamania Borneo FC (PBFC) lewat drama adu penalti. Kekalahan ini sekaligus membuat Madura United gagal menembus babak Semifinal Piala Presiden 2017.

Drama adu penalti yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Sabtu (25/2/2017) malam berakhir 5-4 untuk Pesut Etam-julukan-PBFC. Dalam waktu normal, kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol.

Peluang Laskar Sape Kerrab mengamankam tiket semifinal digagalkan oleh kiper PBFC, Wawan Hendrawan. Dia sukses menepis penandang terakhir Madura United, yang dieksekusi Fachrudin Aryanto.

Slamet Nurcayho, Fabiano Beltrame, Dane Milovanovic, dan Andik Rendika Rama adalah keempat pemain yang ditugaskan menjadi eksekutor penaltk. Mereka pun sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Di kubu PBFC, kelima-limanya berhasil merobek gawang Angga Saputra. Mereka adalah, Yamashita Kunihiro, Tamsil Sijaya, Michael Orah, Dirkir Kohn, dan Fandhy Achmad.

Kalah dalam drama adu penalti tak membuat mereka surutkan semangat. Fabiano Beltrame dan kawan-kawan pulang dengan ‘kepala tegak.

“Saya rasa permainan tadi, pemain sudah maksimal. Tetapi rezeki tidak ada pada kami. Pertandingan tadi, menjadi sangat berharga karena ini bisa menjadi evaluasi kami,” kata gelandang muda Madura United, Rizki Dwi.

Sementara itu, Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera tatap memberikan apresiasi tinggi terhadap anak asuhnya yang berjuang hingga delapan besar. Terlebih Madura United mempunyai waktu sedikit dalam mempersiapkan tim mengarungi turnamen pramusim.

“Dari pertandingan pertama sampai pertandingan melawan PBFC mengalami peningkatan. Barisan pertahanan PBFC sangat bagus, sehingga kami kesulitan untuk tembus mereka,” tandas pelatih asal Brasil tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan