Pamekasan, 22/2 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mengganggap Pusamania Borneo FC (PBFC) bukan lawan yang enteng. Statusnya sebagai juara grup layak diwaspadai oleh Fabiano Beltrame dkk.

Kedua kesebelasan bakal bentrok di perempat final Piala Presiden 2017 di Stadion Manahan Solo, 25 Februari mendatang.

“Tidak ada lawan yang mudah di babak 8 besar. Ya kita akan menghadapi PBFC, semua tahu bahwa PBFC masuk ke 8 besar dengan status juara grup. Itu berarti lawan Madura United adalah lawan yang berat di babak 8 besar,” tegas Gomes.

Itu artinya, perjuangan Madura United menuju semifinal Piala Presiden sangat berat pula. Sebab, Laskar Sape Kerrab wajib mengalahkan PBFC. Sadar timnya bakal menghadapi kesulitan saat menghadapi PBFC, Gomes pun ke Solo membawa skuad terbaik.

“Bagaimanapun kami harus berusaha untuk bisa memberikan yang terbaik bagi warga Madura. Tim akan berangkat ke Yogyakarta untuk menggelar latihan di sana baru kemudian akan bergeser ke Solo,” imbuhnya.

Hery Prasetyo (PG), Angga Saputro (PG), Fabiano Beltrame, Fachrudin Aryanto, Munhar, Andik Andika Rama, M Rifad Marasabessy, Guntur Ariadi, Dane Milovanovic, Slamet Nurcahyo, Greg Nwokolo, Bayu Gatra , Luiz Carlos Junior, Engelberd Sani, Fandi Eko Utomo, Eliazer Thoncy Maran, Rendy Siregar, Andre Vemberyono, dan Freddy J Isir, adalah 19 pemain yang diboyong tim pelatih ke Solo.

“Ya kita akan berangkat kesana atas nama tim dan semua pemain juga akan turun ke lapangan atas nama tim, bukan atas nama pribadi. Tim ini sudah sangat solid dan kompak. Jumlah pemain yang dibawa sudah disesuaikan dengan kebutuhan tim pada pertandingan nanti,” ungkapnya menjelaskan.

Pelatih asal Brasil ini, berharap masyarakat Madura mendukung dan mendoakan perjuangan Slamet Nurcahyo cs di Solo. Hasrat tinggi untuk membawa tim ini kembali tampil di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan sangat tampak dari wajah sang arsitek.

“Atas nama tim ini, sangat berharap doa dari warga Madura agar supaya Madura United bisa kembali bermain di Madura dengan status sebagai semifinal karena di babak final nanti sistemnya home-away,” pungkasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan