Pamekasan, 8/2 (Media Madura) – Pelatih Madura United, Gomes De Oliviera mengakui kekalahan tim besutannya dari Semen Padang. Diakui, Semen Padang tampil lebih baik selama 90 menit waktu normal.

Melakoni pertandingan penyisihan grup E Piala Presiden 2017 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Rabu (8/2/2017) malam, Laskar Sape Kerrab menderita kekalahan tipis 0-1 dari Kabau Sirah.

Vandry Mofu mengubur ambisi Madura United untuk memenangkan laga di depan publik sendiri lewat gol yang dicetaknya di menit ke-40.

“Kita tetap kalah. Semen Padang tampil baik, makanya mereka bisa memenangkan pertandingan,” kata Gomes usai laga, Rabu malam.

Kekalahan ini tidak membuat Gomes menyerah. Pihaknya masih punya waktu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi, serta bisa memetik pelajaran dari kekalahan tersebut.

Gomes memang sebelumnya menyongsong laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Kekalahan dari Semen Padang menuntut dirinya harus bekerja lebih keras mempersiapkan timnya di pertandingan selanjutnya.

Untuk itu, Gomes akan menggembleng Fabiano Beltrame dkk. di sesi latihan. Itu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain. “Kita masih butuh latihan segalanya,” imbuhnya.

Pelatih asal Brasil itu mengatakan penyebab kekalahan anak asuhya karena terpancing emosi. “Kepingin menangkan pertandingan tapi caranya dipaksakan. Tadi kacau sedikit terutama di babak kedua,” ujarnya menjelaskan.

Meski kalah, Gomes tetap salut dengan kerja keras dan perjuangan anak asuhnya. “Motivasi pemain sangat besar sekali untuk membela Madura United menjadi kebanggaan warga Madura.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan