Pamekasan, 1/2 (Media Madura) – Wakil ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Farid Tamim, menyebut organisasi mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) anak Partai Komunis Indonesia (PKI).

Bahasa itu disebut oleh mantan Anggota DPRD Pamekasan periode 2009-2014 di akun media sosial (medsos) facebook Faried Tamim H, dengan memposting status lahirnya tiga organisasi kemahasiswaan.

“PMII lahir dari rahim NU, HMI lahir dari rahim Muhammadiyah, dan GMNI lahir dari rahim PKI,” tulisnya, Rabu (1/2/2017).

Sontak, postingan tersebut menui kecaman dari pengguna facebook lainnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC GMNI Pamekasan, Hasan Basri sangat menyesalkan atas tingkah Faried Tamim H di media sosial. Bahkan ia mengaku telah mendatangi Polres Pamekasan.

“Hasil koordinasi dengan pihak kepolisian status itu masuk pencemaran nama baik dan atau melanggar Undang-Undang ITE,” katanya.

Menurut Hasan, status di Facebook itu fitnah dan pencemaran nama baik organisasi. “Status itu tidak berdasar, dia tidak paham historis dan perjalanan GMNI. Lahirnya GMNI itu tidak ada kaitannya dengan PKI. Status itu jelas ada unsur fitnah,” terangnya.

Sayang, jelang beberapa jam kemudian postingan tersebut dihapus, kemudian ia meminta maaf lewat postingan lain, dengan mengatakan postingan yang dianggap menyinggung kaum Marhaen itu hanyalah berguyon dengan keponakannya.

“Komentar tersebut merupakan guyonan antara saya dengan ponaan saya sebagaimana kebiasaaan sehari-hari. Untuk itu, apabila ada teman-teman GMNI, HMI, dan PMII ada yang tersinggung, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya tidak bermaksud melecehkan organisasi tertentu, kecuali sekadar berkelakar. Sekali lagi saya mohon maaf dan saya siap menerima semua konsekuensi atas kesalahan yang saya perbuat, apapun bentuknya,” tulisnya menyesal.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan