Sampang, 10/1 (Media Madura) – Seorang bocah yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan. Ia adalah Muhammad Noval Zaki (11).

Informasi mediamadura.com, penganiayaan itu dilakukan oleh tetangga korban, Nawali (45). Akibatnya, orang tua korban, Siti Khotijah (45) dan Moh Sanidin (50) melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Singkat cerita, kejadian penganiayaan itu bermula saat korban bermain kartu remi di rumah Nawali bersama teman seusianya. Karena bergurau dan tidak serius akhirnya Nawali langsung menendang paha korban hingga tersungkur. Bahkan kepala Zaki juga membentur lantai. Seketika itu, Zaki linglung sekitar 30 menit lamanya.

Setelah bangun, ternyata Nawali menambah tendangan di lutut Zaki. Kekerasan lainnya yang dilakukan Nawali mengenai mata sebelah kanan korban hingga lebam. Zaki tidak pulang ke rumahnya karena takut diketahui orang tuanya.

Keesokan harinya Zaki pulang. Namun dia tidak memberitahu kenapa matanya lebam. Dia hanya mengatakan jatuh saat bermain.

Empat hari kemudian, ada teman Zaki bernama Firman (15) memberitahukan kronologis kejadian yang sebenarnya kepada orang tua korban. Sontak orang tua Zaki mendatangi Nawali untuk meminta klarifikasi atas penganiayaan tersebut.

“Tapi responnya biasa saja,” kata Siti Khotijah, saat ditemui di RSUD.

Karena kondisi Zaki semakin memburuk, akhirnya dibawa ke RSUD. Dia juga melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Karena tidak ada itikad baik, kami laporkan ke aparat hukum. Semalam suhu badan Zaki cukup tinggi dan tidak bisa tidur. Akhirnya, saya bawa ke rumah sakit sekarang,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Sampang, AKBP Tofik Sukendar Melalui Kasat Reskrim AKP Hari Siswo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada warga Jalan Mutiara melaporkan tetangganya karena diduga melakukan penganiayaan.

“Terlapor (Nawali) sudah kami lakukan pemeriksa. Saat ini kasus masih dilakukan penyelidikan,” tandasnya.

Penulis: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan