Sampang, (Media Madura) – Sebanyak 7 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terpaksa tidak beroperasi alias mandek.
β
βHal ini disampaikan Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang Sudarmanto. Ia mengatakan, tidak beroperasinya 7 SPPG dikarenakan dana atau anggaran operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair hingga pertengahan Desember 2025.
β
β”Dari total 81 SPPG hanya 74 SPPG yang aktif beroperasi mendistribusikan makanan bergizi, karena tujuh SPPG mandek terkendala dana operasional dapur dan persoalan teknis,” ucap Sudarmanto, Senin (5/1/2026).
β
βMenurut dia, penghentian operasional SPPG sudah diinformasikan kepada sekolah penerima manfaat.
β
βDirinya menjelaskan, operasional dapur MBG tersebut dijalankan dengan menggunakan dana mandiri pengelola. Keterbatasan modal menjadi pemicu utama macetnya operasional sejumlah SPPG di Sampang.
β
βHal ini berkaitan dengan skema pembayaran dari pemerintah pusat yang baru dilakukan setelah SPPG menjalankan operasional dan memenuhi ketentuan pelaporan.
β
β”Pembayaran dari pemerintah pusat tidak dilakukan di awal, SPPG harus beroperasi terlebih dahulu, kemudian mengajukan laporan sesuai sistem,” terangnya.
β
β”Kalau tidak memenuhi syarat, dananya tidak bisa dicairkan,” imbuhnya.
β
βKondisi tersebut membuat SPPG yang memiliki modal terbatas kesulitan menutup biaya operasional, terutama untuk pengadaan bahan pangan dan distribusi.
β
βAkibatnya, beberapa SPPG memilih menghentikan sementara kegiatan MBG. Meski demikian, pihaknya memastikan penerima manfaat tetap mendapatkan layanan.
β
β”Distribusi MBG dari SPPG yang macet dapat dialihkan ke SPPG lain yang masih aktif, dengan catatan pengajuan kontrak pengganti dilakukan langsung ke BGN,” pungkasnya. (Ryan Hariyanto/Znl)
Dana Tak Cair, Tujuh SPPG di Sampang Berhenti Beroperasi
- Advertisement -


