Ratusan Pemuda di Pamekasan Digembleng Jadi Pengusaha Digital

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) – Sebanyak 200 pemuda berasal dari 13 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur digembleng menjadi pengusaha digital. Teknis pelatihannya dibagi menjadi beberapa kelas di ruang Pendopo Ronggosukowati, Jalan Pamong Praja No 1 Pamekasan, Selasa (21/9/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat. Kegiatan berjudul Digital Entepreneur Academy (DEA) akan berdampak positif pada kemajuan Pamekasan.

“Alhamdulillah dan terimakasih karena Pamekasan mendapat pelatihan ini bagi pemuda,” katanya, Selasa (21/9/2021).

Baddrut mengaku senang karena dengan adanya DEA akan menjadikan Pamekasan menjadi mitra kerja Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam bidang Entepreneur GO Online.

“DEA ini sangat luar biasa, banyak orang yang mau ikut, terbukti banyak pemuda yang bisa punya penghasilan dari jualan online. Mudah-mudahan para peserta bisa memanfaatkan waktu dengan baik sehingga membawa ilmu yang bisa diaplikasikan ketika ada di rumahnya nanti,” katanya.

Bahkan, orang nomor satu di lingkungan Pemkab itu akan terus mendorong agar pemuda menjadi wirausahawan yang sejahtera, salah satu yang dipersiapkan adalah para santri yang ada di beberapa pesantren di Bumi Gerbang Salam.

“Saya sudah berbicara dengan beberapa pengelola Pondok Pesantren terkait entrepreneur ini dan Alhamdulillah banyak yang merespon positif,” tambahnya.

Kegiatan yang bersumber dari Kementerian Kominfo itu sangat selaras dengan program pemerintah yang yaitu Wirausaha Baru (WUB) atau 10 ribu pengusaha baru yang saat ini sudah berjalan, pemerintah membantu pelatihannya, alatnya dan membantu memasarkan.

“WUB sudah berjalan, dengan adanya program ini sangat mendukung, peerra dari WUB dilatih yang difasilitasi oleh Pemkab itu berjualan dengan metode offline dan juga Online,” tutup Mas Tamam sapaan akrabnya.

Sementara, Kepala BPSDM Konimfo Surabaya Eka Handayani mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi fasilitas utama dalam menjalankan bisnis baik offline atau online.

“Disuasana pandemi ini kami mencatat transaksi online pandemi ini mengalami kenaikan drastis, makanya dengan adanya pelatihan ini agar dimaksimalkan (dengan baik),” tuturnya.

Penulis: Ahmad Rifqi/Editor: Zainol

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article