Pembangunan Proyek Jalan Lingkar Selatan Rp 204 Miliar Mulai Dilelang

Menaiki mobil Offroad menyisir jalanan yang terjal, Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Abdullah Hidayat didampingi Kepala Dinas PUPR Moh Zis meninjau titik lahan yang akan dibangun proyek JLS, Kamis (7/10/2021) lalu. (Ryan/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sampang mulai melelang pembangunan proyek jalan lingkar selatan (JLS) sepanjang 7,4 kilometer. Pelelangan proyek tersebut dimulai sejak 19 November 2021 yang tercantum di website LPSE Sampang dengan total anggaran senilai Rp 204,5 miliar.

Kepala Dinas PUPR Sampang Moh Zis mengatakan, anggaran pembangunan proyek JLS bersumber dari dana pinjaman modal pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dana tersebut akan dicairkan secara multi years contract (MYC).

“Target pemerintah daerah pembangunan jalan lingkar selatan selesai pada tahun 2022, jadi sekarang mulai tahap lelang,” ucap Moh Zis, Senin (29/11/2021).

Menurut dia, pengguna jasa akan mencari kontraktor/penyedia jasa yang berkualitas dalam membelanjakan uang negara melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur.

“Karena kualitas konstruksi akan selalu menjadi perhatian utama,” jelasnya.

Apalagi, lanjut dia, sesuai keinginan Bupati Sampang H Slamet Junaidi bahwa hal penting yang ditekankan sebelum pembangunan jalan lingkar kota sisi selatan itu ialah infrastruktur yang kuat. Sebab, jalur ini akan dilewati kendaraan truk bertonase berat.

Moh Zis menuturkan, pembangunan JLS diperuntukan untuk kendaraan berat. Tujuan utama yakni mengurangi beban jalan kendaraan berat yang masuk ke jantung kota.

Proyek JLS dibangun sepanjang 7,4 kilometer membentang ke arah barat laut. Sedangkan lebar jalan 12 meter dan akan dibangun jembatan serta jembatan layang dengan ketinggian maksimal 10 meter.

Adapun pembangunan JLS akan melintasi tiga desa dan satu kelurahan, yaitu Desa Aeng Sareh, Kampung Kesenih Kelurahan Karang Dalam Kota Sampang, Desa Patarongan, Kampung Kaseran Desa Pangongsean Kecamatan Torjun.

“Untuk jembatan layang itu nanti berada disisi Desa Patarongan, jadi nanti ada jalan menanjak yang langsung tembus ke jalur poros nasional,” ungkapnya.

Kasubbag Pengelolaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Siti Fahriyah menerangkan, terdapat 31 perusahaan ikut dalam tahapan lelang proyek pembangunan JLS.

“Hari ini sudah tahap pembukaan, prosesnya memasuki tahapan upload dokumen penawaran, dan evaluasi sampai tanggal 10 Desember mendatang,” singkatnya.

Diungkapkan sebelumnya oleh Bupati Sampang H Slamet Junaidi bahwa pembangunan JLS bentuk komitmen bersama dalam membangun program pengembangan wilayah perkotaan. Sehingga diharapkan membawa dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. (Ryan/Arif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here