Kemenag Pamekasan Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Secara Normal

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, H Afandi
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan sedang mempertimbangkan agar sekolah di bawah naungannya bisa menyelenggarakan tatap muka secara normal, yang sebelumnya yang menggunakan sistem sif.

Kepala Kemenag Pamekasan Afandi mengatakan, pembelajaran tatap muka itu sudah disesuaikan dengan SKB empat menteri, yakni Mendikbud, Menag, Mendagri dan Menkes.

“Hal itu Berdasarkan SE Menteri Agama nomor 6 tahun 2021 kemarin itu, juga SKB 4 menteri. Itu kita sosialisasikan ke bawah. Tatap muka sudah dilakukan meski terbatas,” katanya.

Dikatakan, pihaknya juga berkomunikasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Pamekasan agar kebijakan yang diambil bisa selaras dan tidak ada berbedaan.

“Kita juga koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar kita sama-sama. Sehingga tidak ada anggapan di masyarakat kita itu tidak satu langkah,” ucap Afandi.

Sehingga Kemenag akan mempertimbangkan sistem pembelajaran tatap muka tersebut, apakah masih 50% atau tatap muka secara normal.

Saat ini pihaknya terus melihat dan memantau perkembangan sebaran dan penanganan COVID-19 dari Satgas kabupaten. Sementara saat ini Kabupaten Pamekasan sudah masuk zona hijau.

Meskipun begitu, dalam sistem pembelajaran tatap muka yang sudah dijalankan oleh lembaga di bawah Kemenag tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Sekolah diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan dan seluruh siswa memakai masker.

Pihaknya berharap agar pandemi COVID-19 ini segera berakhir sehingga pembelajaran di seluruh sekolah di bawah naungan Kemenag Pamekasan yang jumlahnya mencapai 380 lembaga itu bisa berjalan dengan normal.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memposting di akun instagram pribadinya tentang kebijakan sistem pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah di provinsi yang dipimpinnya itu.

“Sesuai SKB empat menteri, Yaitu Mendikbud, Menag, Mendagri dan Menkes tanggal 30 Maret 2021 Insya Allah pembelajaran tatap muka langsung dimulai bertahap tanggal 5 Juli 2021. Tetapi masih hybrid learning karena kapasitas maksimal diisi lima puluh persen. Bagi yang masih hawatir atas keamanan putera puterinya jika masuk sekolah dapat menyampaikan surat ke sekolah masing-masing. Saat ini Satgas Covid-19 di sekolah terus dikuatkan. Masa belajar maksimal 4 jam isterahat 15 menit dengan membawa bekal dari rumah. Pemprov telah koordinasi dengan Bupati/Walikota se Jatim serta MKKS / SMK / SLB. Mohon doa semoga lancar dan sukses,” tulis di akun istagram @khofifah.ip itu.(Arf/Ist)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.