Pengunjung Tempat Wisata di Pamekasan Banyak Tak Patuhi Prokes

Pengunjung saat berada di lokasi wisata alam Puncak Ratu yang berlokasi di Dusun Monging, Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Foto : Ist/Mediamadura.com
Advertisement

Pamekasan, (Media Madura) – Menghabiskan waktu di lokasi wisata menjadi pilihan warga di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pascaperayaan hari raya idul fitri 1442 hijriyah. Meskipun saat ini resiko penularan COVID-19 masih terus terjadi.

Antosiasme warga untuk berwisata terlihat dari padatnya sejumlah wahana wisata yang ada di wilayah itu. Seperti yang terlihat di objek wisata alam Puncak Ratu yang berlokasi di Dusun Monging, Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan.

Sejak H+1 idul fitri lokasi wisata alam ini mulai didatangi warga bahkan diperkirakan hingga H+7 warga akan semakin memadati lokasi wisata tersebut.

Sayangnya, meskipun pengelola telah memberikan anjuran agar pengunjung mematuhi protokol kesehatan khususnya memakai masker, tetapi masih banyak yang mengabaikan.

Salah-satu pengunjung Zuhri menuturkan, banyak pengunjung yang tidak mamatuhi protokol kesehatan dengan tidak memakai masker di lokasi wisata tersebut.

“Menghilangkan penat di lokasi ini (Puncak Ratu), tetapi sayang banyak pengunjung yang gak pakai masker,” katanya saat berada di lokasi wisata yang menonjolkan keindahan pegunungan itu.

Dikatakan pria yang berwisata bersama anggota keluarganya ini, tidak semua pengunjung yang tidak memakai masker, masih ada sebagaian yang tetap memakai masker saat beraktivitas di lokasi tersebut. “Ada sih yang masih memakai masker, tetapi tidak banyak,” tuturnya.

Zuhri mengatakan, awalnya ia dan keluarganya hendak berlama-lama di lokasi wisata itu, tetapi karena melihat banyak pengunjung tidak memakai masker dan hawatir akan penularan COVID-19 maka ia memutuskan untuk pulang.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Pamekasan Masrukin menuturkan, pihaknya telah memberikan sosialisasi terhadap seluruh pengelola wahana wsiata tentang penerapan protokol COVID-19 dalam pengelolaan wisata.

Dikatakan, sosialisasi tersebut juga dibarengi dengan pendampingan terhadap pengelola serta Pokdarwis agar protokol kesehatan benar-benera diterapkan di lokasi wisata khsusnya pascalebaran tahun ini.

“Sejauh ini pengelola telah melakukan dan menerapkan protokol kesehatan di lokasi wisata yang dikelolanya, tetapi memang masih ada saja pengunjung yang tidak mematuhinya,” katanya. Senin (17/05/2021) pagi.

Sehingga, kata Masrukin, pihanya akan terus memberikan penyadaran kepada seluruh pengunjung dan mendorog agar petugas lapangan di lokasi wisata memberikan teguran langsung kepada pengunjung yang tidak memakai masker. Hal itu demi terus menjaga dan menekan angka penularan COVID-19.

“Kami juga mengimbau kepada warga yang ingin berlibur di lokasi wisata untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Pamekasan sedianya sering dilakukan operasi penerapan protokol kesehatan terhadap pengguna jalan yang melintas di wilayah itu, tetapi belakangan sudah mulai berkurang.

Tidak hanya itu, petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP juga kerap mendatangi pusat keramain yang tersebar di bumi gerbang salam tersebut.

Kasatpol PP Pamekasan Kusairi mengatakan, hal itu dilakukan demi terus memberikan kesadaran kepada warga Pamekasan akan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam rangka menekan angka positif COVID-19.

Sementara berdasarkan data sebaran COVID-19 Kabupaten Pamekasan per tanggal 16/05/2021 yakni, jumlah suspek COVID-19 sebanyak 6 orang dengan rincian, dalam pengawasan sebanyak 3 orang, selesai 1130 orang dan meninggal 97 orang.

Sementara jumlah positif covid-19 sebanyak 1166 orang dengan rincian, pasien dalam isolasi sebanyak 6 orang, sembuh 1070 orang dan meninggal sebanyak 90 orang.

Sementara itu, berdasarkan data yang dilansir covid19.jatimprov.go.id Kabupaten Pamekasan merupakan kabupaten yang sudah masuk kategori zona hijau dengan status resiko rendah, skor 2.53.(Arif/Ist)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.