Ratusan Kendaraan Diputarbalik Petugas di Akses Jembatan Suramadu

Penyekatan pemudik di Jembatan Suramadu.
Advertisement

Bangkalan (Media Madura) – Sebanyak 730 kendaraan yang akan melintas melalui Jembatan Suramadu, terpaksa diputarbalik oleh petugas pada pelaksanaan larangan mudik Lebaran yang mulai diberlakukan pada 6 Mei 2021 ini.

Petugas gabungan dari unsur polisi, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Linmas, Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya diterjunkan ke lokasi penyekatan larangan mudik Jembatan Suramadu sisi Madura, sejak Kamis (6/5/2021) pukul 00.00 WIB.

Berdasarkan data yang dirilis oleh petugas kepada media, dari total 730 kendaraan yang dipaksa putar balik oleh petugas itu, terdiri dari 250 unit sepeda motor, 350 unit mobil penumpang, 20 unit bus, 100 unit mobil barang, dan kendaraan khusus (tidak memuat orang dan barang) sebanyak 10 unit.

Alasan kendaraan tersebut diminta putar balik lantaran tidak mengantongi izin perjalanan. Di antaranya, tidak membawa surat keterangan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menyatakan bebas dari COVID-19.

“Kemudian tidak membawa surat tugas dari perusahaan atau instansi. Tujuan mereka melintas di Jembatan Suramadu juga tidak jelas. Sehingga kita putarbalikkan,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Sunarto.

Dalam kegiatan penyekatan ini, jumlahnya personil yang diterjunkan sebanyak 80 personil. Terdiri dari personil Polisi, TNI, Satpol PP Kota Surabaya, Linmas, Dinkes, dan PMI Kota Surabaya.

Penyekatan dilakukan di dua sisi, yakni jalur yang hendak ke Madura. Kemudian sisi yang dari Madura menuju Surabaya.

Dalam penyekatan tersebut, petugas memasang palang yang dipasang separuh badan badan jalan. Sehingga, pengendara mau tidak mau harus memperlambat laju kendaraannya.

Di tengah jalan, petugas sudah bersiaga untuk mengecek satu persatu kendaraan yang melintas. Jika tidak bisa menunjukkan surat izin perjalanan, maka segera diminta putar balik. (A1/Spv)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.