Pelaku Utama Pembunuhan Wanita Muda yang Ditemukan di Bukit Ternyata Pacar Korban

Ungkap kasus pelaku pembunuhan wanita muda yang ditemukan di bukit Dusun Sumber Beringin, Kecamatan Ketapang di Mapolres Sampang, Senin (1/2/2021) siang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Polisi menangkap pelaku utama pembunuhan terhadap Sulaiha, mayat wanita muda 17 tahun yang ditemukan di bukit gunung Dusun Sumber Beringin, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu (27/1/2021) kemarin. Dua pelaku turut diamankan 2 hari pasca penemuan mayat korban. Pelaku inisial IS dan PW.

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz mengatakan, IS (17) diamankan aparat kepolisian di tempat tinggalnya Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, pada Sabtu (30/1/2021) kemarin pukul 14.00 WIB.

“Untuk tersangka PW (16) diamankan di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, dia berperan ikut serta membantu IS dalam menghabisi nyawa korban,” ucap Abdul Hafidz dalam konferensi pers di Mapolres Sampang, Senin (1/2/2021).

Kapolres menuturkan, IS diketahui sebagai pacar korban. Tersangka menjalin hubungan dengan korban selama 6 bulan.

Dari hasil penyelidikan, motif pembunuhan siswi Madrasah di Ketapang Kabupaten Sampang ini karena asmara. Korban ternyata tengah hamil 3 bulan akibat hubungan terlarang dengan pelaku IS.

“Motifnya jalinan asmara sehingga wanitanya hamil,” tutur perwira dua melati emas dipundaknya itu.

Motif Pembunuhan Karena Korban Hamil 3 Bulan, Pelaku Mau Tanggung Jawab, Tapi…

Sementara Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menjelaskan kronologis pembunuhan terhadap Sulaiha.

Awal mula peristiwa tersebut pada Selasa (19/1/2021) pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban sengaja menyendiri ke lokasi kejadian tepat di bukit gunung Dusun Sumber Beringin, Desa Paopale Laok.

Kemudian, korban menghubungi IS agar menemaninya sekaligus ingin menyampaikan informasi tentang dirinya. Kala itu, tersangka IS bersama temannya PW datang menghampiri korban.

“Ketika bertemu korban bilang bahwa dirinya hamil akibat persetubuhan yang dilakukan di rumah IS pada Oktober 2020 lalu, tersangka IS panik dan spontanitas memegang kepala korban membenturkan ke batu besar di sampingnya,” kata Riki.

Tak hanya itu, pelaku juga mencekik korban. Pelaku kemudian meminta bantuan PW untuk memegangi tangan dan kedua kaki korban.

Setelah korban terlihat meninggal dunia, IS membuka seluruh pakaian korban sebelum ditinggalkan. Hal ini untuk mengelabuhi jika korban ditemukan merupakan korban tewas akibat persetubuhan.

“Saat korban sudah meninggal pelaku mengambil handphone nya, sebenarnya pelaku sudah menawarkan mau bertanggung jawab tapi korban tidak mau, sehingga pelaku bingung dan emosi membenturkan korban sampai terbunuh,” jelas Riki.

Penemuan mayat korban akhirnya dilakukan otopsi di RSUD dr Mohammad Zyn Sampang. Secara spesifik kematian korban tidak wajar.

“Terdapat ada memar dibagian tenggorak kepala korban dan mengarah terhadap dua orang pelaku,” tandasnya.

Polisi mengamankan barang bukti pakaian korban dari peristiwa pembunuhan. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 subsider Pasal 338 junto Pasal 55 ayat 1 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.