Diperiksa, KPM ‘Bernyanyi’ Akui Ada Pemotongan PKH di Sampang

Sejumlah penerima program keluarga harapan (PKH) Desa Gunung Maddah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Negeri Sampang terkait dugaan pemotongan, Kamis (3/12/2020) siang. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Gunung Maddah bernama Homyati mengakui ada pemotongan dalam pencairan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tengah diselidiki Kejaksaan Negeri Sampang.

Hal itu diungkapkan dirinya bersama lima orang KPM saat dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan, Kamis (3/12/2020) siang.

Usai diperiksa selama 3 jam, Homyati bersama penerima lainnya membeberkan laporan transaksi buku rekening sebagai bukti pemotongan. Karenanya selama ini dia hanya menerima uang bantuan yang tak sama dengan jumlah nominal.

“Uang diterima hanya Rp 300 – 400 dan paling besar saya nerima Rp 500, padahal dibuku rekening dapat bantuan sebesar Rp 1,9 juta dan Rp 1,6 juta,” ujar Homyati kepada wartawan di kantor Kejari Sampang.

Alasan itu bukan tanpa sebab dikarenakan buku rekening dan ATM penerima dipegang oleh Holil selaku Ketua RT Dusun Ruberuh Desa Gunung Maddah, Sampang.

“Yang mencairkan iya si Holil karena semua dipegang dia, waktu pencairan juga diarahkan dirumah Holil dan diketahui pendampingnya,” ucapnya dengan logat Madura.

Salimah yang juga KPM lain menuturkan, penerima manfaat di Gunung Maddah memang berusaha memegang sendiri kartu ATM. Namun tetap dikuasai oleh Holil dengan berbagai alasan.

“Kartu ATM dimintai alasannya kalau ada apa-apa biar tanggungjawab Holil, jadi terpaksa masyarakat takut apalagi dia perangkat desa takut gak dapat bantuan lagi mas,” kata Salimah penerima PKH sejak tahun 2017 sampai 2020.

Saat dikonfirmasi, Kasi Intel Kejari Sampang Ivan Kusuma Yuda masih enggan memberikan keterangan mengenai pemeriksaan lima orang penerima manfaat terkait dugaan pemotongan bantuan PKH.

“Nanti aja mas, itu masih memberikan bahan keterangan,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.