Angka Kemiskinan Sampang Diklaim Menurun

Kondisi rumah tidak layak huni (dok/MM)

Sampang, (Media Madura) – Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sampang Nur Amin mengungkapkan, angka kemiskinan di Kabupaten Sampang mengalami penurunan setiap tahunnya. Persentase penurunan terjadi sejak tahun 2011 hingga 2019.

“Terjadi penurunan angka kemiskinan di Sampang,” ucapnya, Jumat (30/10/2020).

Badan Pusat Statistik mencatat tahun 2011 angka kemiskinan di Sampang mencapai 267,48 ribu jiwa atau 30,21 persen dari jumlah penduduk. Tahun 2012 ada 253,43 ribu jiwa atau 27,97 persen.

Kemudian, 2013 ada 248,17 ribu jiwa atau 27,08 persen, 2014 berjumlah 239,60 ribu jiwa atau 25,80 persen, 2015 berjumlah 240,35 ribu jiwa atau 25,69 persen.

Selanjutnya, di tahun 2016 berjumlah 227,80 ribu jiwa atau 24,11 persen, 2017 berjumlah 225,13 ribu jiwa atau 23,56 persen, 2018 berjumlah 204,82 ribu jiwa atau 21,21 persen, dan 2019 berjumlah 202,21 ribu jiwa atau 20,71 persen.

“Untuk data kemiskinan di tahun 2020 masih belum keluar dari pemerintah pusat, kemungkinan akhir tahun nanti data akan keluar,” kata Amin.

Dijelaskannya, penyebab masih banyaknya angka kemiskinan di Sampang karena masyarakat mayoritas bekerja di sektor pertanian dengan pola manual.

“Petani di Sampang masih mengandalkan kondisi alam yang tidak menentu sehingga kemajuannya lambat,” terangnya.

Menurutnya, angka kemiskinan di Sampang didominasi di daerah pedesaan terutama, perbukitan. Untuk memajukan pengelolaan pertanian harus berkaca di daerah lain, tentuntunya menggunakan sistem modern guna mempercepat petani dalam mengelola.

“Dengan begitu perolehan petani akan maksimal begitupun dengan pendapatannya,” imbuh dia.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sampang M. Nashrul menuturkan, dalam mengatasi kemiskinan di wilayah kerjanya pihaknya memiliki sejumlah program bantuan.

Kemudian yang paling terpenting yakni, memberikan program pelatihan kerja kepada masyarakat Sampang setiap tahunnya.

“Namun ditengah pandemi covid-19 program pelatihan ditiadakan karena anggarannya direlokasikan ke penanganan, tahun depan kami adakan lagi,” pungkasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.