Karyawan Pabrik Rokok di Sumenep Menolak Rapid Test Sekeluarga

Ratusan karyawan PT. Tanjung Odi melakukan protes kebijakan rapid test sekeluarga

Sumenep, (Media Madura) – Ratusan karyawan pabrik rokok PT Tanjung Odi di Sumenep menolak kebijakan rapid test sekeluarga oleh pihak perusahaan.

Pasalnya, rapid test tidak hanya diwajibkan kepada para karyawan sendiri, melainkan wajib dengan keluarga masing-masing karyawan.

Dan, menurut informasi, bagi sekitar 1.700 karyawan perusahaan tersebut yang tidak bersedia dirapid test dengan keluarga, maka otomatis akan dianggap mengundurkan diri.

Namun, meski menolak para karyawan tetap datang ke gudang yang berlokasi di Desa Patean tersebut sesuai jadwal tes. Tetapi, mereka datang tanpa dengan keluarga masing-masing,

Alhasil, ratusan karyawan gagal dilakukan rapid test. Sebaliknya, aksi protes mereka lakukan, hingga akhirnya sejumlah perwakilan diajak diskusi oleh pihak managemen perusahaan.

Humas PT Tanjung Odi, Ricki Cahyo membenarkan jika mayoritas karyawan di perusahaan tersebut keberatan dengan kebijakan perusahaan soal rapid test sekeluarga.

“Kalau bagi karyawan, (rapid test) ini sudah yang keenam kalinya dilaksanakn, tidak ada masalah. Yang keberatan saat ini adalah keluarganya,” ungkapnya.

Menurut Ricky, kewajiban rapid test sekeluarga merupakan syarat dari pemerintah Kabupaten dan Gugus Tugas Covid-19 agar perusahaan tersebut bisa beroperasi lagi setelah 21 hari diliburkan.

“Ini tujuannya agar tidak menjadi lingkaran setan. Karyawan sehat keluarganya kena, misalnya. Atau sebaliknya, karena covid ini penyebarannya ingin terus kita minimalisir,” terangnya.

Ricky belum bisa menjelaskan hasil audiensi antara karyawan dan pihak managemen. Hanya saja ia memastikan seluruh pembiayaan dari rapid test murni dari perusahaan, seluruh karyawan tidak dipungut biaya apapun.

“Semua biaya murni dari perusahaan, ini adalah salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk memastikan karyawan ini sehat, ini saking pedulinya kita rutin lakukan rapid,” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.