Komisi B DPRD Jatim Minta Petani Tak Khawatir, Stok Pupuk Tetap Aman

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa

Pemekasan, (Media Madura) – Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa meminta para petani di wilayah Jawa Timur tidak khawatir dengan ketersediaan pupuk bersubsidi. Bahkan, memastikan stok pupuk untuk musim tanam tahun 2020 aman.

“Stok pupuk dipastikan aman untuk musim tanam 2020,ā€ tegas Aliyadi.

Kepastian itu, setelah Komisi B Jatim mendatangi Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Selasa (11/2) kemarin. Meminta Kementan membatalkan pemangkasan sebanyak 50 persen kouta pupuk untuk petani di Jawa Timur.

Hasil pertemuan tersebut, imbuh Aliyadi, membuahkan hasil maksimal. Kementan menurutnya, menyatakan siap merevisi lampiran Permentan No 01/2020. Itu artinya, kouta pupuk untuk petani di Jawa Timur tidak terjadi pemangkasan.

Aliyadi juga mengaku tidak terima jika kouta pupuk di Jawa Timur dipangkas apalagi sampai terjadi kelangkaan. Menurutnya, jika pangan di Jawa Timur anjlok, maka nasional kena imbas.

Terlebih, salah satu penopang utama swasembada pangan secara nasional adalah Jawa Timur. Dengan luas lahan pertanian yang mencapai jutaan hektare dimiliki.

“Jadi tidak main-main, jika produksi pangan anjlok, dampaknya juga nasional,” tutur politisi asal Pulau Garam tersebut.

Aliyadi menambahkan, sebenarnya persoalan pemangkasan pupuk bersubsidi tidak hanya menjadi perhatian serius Komisi B DPRD Jatim saja. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, juga menyurati Kementan terkait hal ini.

Kementan memangkas kouta pupuk subsidi untuk Provinsi Jawa Timur sebanyak 50 persen. Yang tertuang dalam Permentan No 01/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi.

Dalam Permentan No 01/2020 juga menyebut jatah pupuk subsidi Jawa Timur untuk tahun 2020 sebanyak 1.349.584 ton. Jatah tersebut turun drastis dibanding tahun 2019 yang sebanyak 2.786.284 ton pupuk subsidi.

Rinciannya, pupuk urea dijatah 553.546 ton berkurang dari jatah 1.066.044 ton pada 2019. Kemudian, stok pupuk NPK Phonska 437.809 ton dari jatah 590.710 ton pada 2019. Pupuk ZA 186.756 ton dari jatah 480.250 ton di 2019.

Pupuk organik berkurang menjadi 105.350 ton dari jatah 506.400 ton pada 2019. Kemudian, pupuk SP-36 menjadi 66.123 ton dari jatah tahun 2019 sebesar 142.880 ton.

“Intinya kami meminta agar jangan sampai terjadi kelangkaan pupuk di lapangan,” pungkas politikus PKB tersebut.

Reporter: Zainol
Editor: Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.