Aksi sejumlah aktivis PMII Unija Sumenep demo di kantor Pemkab

Sumenep, (Media Madura) – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terus menuai protes. Pasalnya, polemik yang terjadi dinilai tak kunjung menemukan solusi.

Protes keras kembali datang dari sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Wiraraja.

Sebelumnya mereka telah menggelar demo di Dinas Sosial (Dinsos). Dan kali ini, mereka berunjuk rasa di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Mandiri Sumenep dan Kantor Pemkab Sumenep.

“Sekda (Sekretaris Daerah) selaku Ketua Tikor harus bertanggung jawab dengan carut marut penyaluran BPNT ini,” kata salah seorang orator aksi, Dimas Wahyu Abdillah, Kamis (23/1/2019).

Menurut mahasiswa, Sekda Edi Rasyiadi sampai saat ini belum memberikan tanggapan dan solusi terhadap persoalan BPNT tersebut. Bahkan Sekda terkesan tutup mata dan tutup telinga.

“Jika Sekda memang tidak mampu menyelesaikan masalah BPNT dengan korban rakyat kecil ini. Lebih baik Sekda mundur saja,” tegas mahasiswa.

Versi mahasiswa, masalah-masalah yang harus segera diselesain oleh pihak terkait, antara lain menyangkut pedoman umum (Pedum), kualiatas pangan yang disalurkan, intervensi Bank Mandiri selaku pihak ketiga serta monopoli e-Warung.

“Yang pasti kami kecewaan kami berlipat ganda, karena Sekda yang digaji rakyat justru enggan bertemu kami,” ucap orator lain setelah lama berorasi di depan kantor Pemkab namun Sekda tak kunjung menemui.

Selain berorasi, mahasiswa juga membentangkan poster dan spanduk bertuliskan ‘Stop Kerjasama dengan Mafia BPNT’, ‘Program BPNT membunuh Rakyat’, ‘BPNT Dilimpahkan ke Mafia, Rakyat Makan Beras Racun’.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.