Kasus Perdagangan Manusia di Sampang Jalani Sidang Perdana, Upah Terdakwa Hanya Rp 3 Juta

Petugas Kejaksaan membawa terdakwa kasus perdagangan manusia yang dampingi suaminya (baju hitam) keluar dari ruang sidang, Rabu (15/1/2020) pukul 13.35 WIB. (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Terdakwa kasus perdagangan manusia atau trafficking, Rusmiati, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (15/1/2020) siang.

Istri pensiunan pegawai PN Sampang itu hanya terdiam mendengarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Terdakwa warga Jalan Selong Permai Kecamatan Kota Sampang itu didakwa tiga dakwaan,” ucap JPU Anton Zulkarnaen kepada wartawan usai persidangan.

Tiga dakwaan itu yakni Pasal 4, Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2017 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan UU Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Menurut Anton, sidang perdana tersebut langsung agenda pembacaan dakwaan. Terdakwa Rusmiati melalui penasehat hukum menyatakan tidak keberatan.

“Tapi nanti keberatan mengenai keterangan saksi,” jelasnya.

JPU mengatakan pada tahun 2018 terdakwa telah merekrut 4 korban untuk diberangkatkan ke Malaysia. Terdakwa bekerjasama dengan temannya di Negeri Jiran. Kepada para korban, terdakwa mengiming-imingi gaji yang sangat besar.

“Kenyataannya tidak benar, bahkan korban dari Batam dinaikkan perahu kecil berangkat ke Malaysia, intinya itu ilegal,” kata Anton.

Dari keterangan salah satu saksi, lanjut Anton, bahwa terdakwa mendapat upah sebesar Rp 3 juta per orang setelah memberangkatkan TKI ilegal.

“Kita buktikan nanti di persidangan, untuk agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan saksi korban,” terangnya.

Sementara Penasehat Hukum Terdakwa, Arman Syaputra, menyampaikan terdakwa keberatan terhadap dakwaan tersebut. Keberatan itu bersifat substantif.

“Kebaratan tidak masuk dalam kerangka esepsi tapi kita masuk pokok perkara minggu depan, setelah saksi-saksi memberikan keterangan kita konfrontasi,” tandasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.