Sampang, (Media Madura) – Ratusan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berangkat ke Kota Bandung, Jawa Barat, selama dua hari kedepan untuk mengikuti studi banding pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jumat (27/9/2019).

Kegiatan itu dinilai menguras keuangan desa karena setiap kepala desa harus mengeluarkan biaya mahal sebesar Rp 5 juta rupiah yang dibebankan dari Alokasi Dana Desa (ADD). Secara akumulatif, kegiatan yang diikuti 180 kepala desa ini menghabiskan dana mencapai Rp 900 juta.

“Sangat keberatan sekali, kenapa tidak efisien keuangan desa, semisal kegiatan digelar di Surabaya saja, terpenting ilmunya bisa diterapkan nanti ke desa,” ujar salah satu kepala desa asal Kecamatan Ketapang yang tak mau disebutkan namanya.

Informasi diterima Media Madura, setiap pejabat pemerintah desa wajib menyetor Rp 5 juta sebelum pemberangkatan. Uangnya ditransfer ke rekening Lembaga Pusat Studi Otonomi Daerah.

Anehnya, studi banding kepala desa dipastikan bukan bagian dari program Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang.

“Itu murni kegiatan kepala desa yang dikoordiner oleh Asosiasi Kepala Desa (AKD), bukan kegiatan kita, karena dananya dari ADD,” ucap Kepala DPMD Sampang Malik Amrullah dibalik telepone, Jumat (27/9/2019).

Malik mengatakan, ratusan kepala desa diberangkatkan sejak Kamis (26/9) malam. Peserta dari kepala desa, Pj Kades, atau perangkat desa. Pejabat pemerintah desa tersebut akan belajar mengembangkan ekonomi perdesaan untuk dapat diterapkan di desa masing-masing.

Hal itu bertujuan meningkatkan kapasitas kepala desa dengan mempelajari pembangunan desa.

“Studi mengenai tentang bagaimana mengelola BUMDes, desa wisata, dan sistem pelayanan online untuk pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa,” katanya.

Menanggapi itu, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Sampang Akhmad Muhtadin tak banyak berkomentar. Ia beralasan sedang memberikan fasilitas bagi kepala desa.

“Nanti saya hubungi lagi, sekarang masih menyiapkan kamar penginapan,” singkatnya.

Reporter : Ryan
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.