Kepala Disdik Sampang Moh Jupri Riyadi. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Moh Jupri Riyadi memilih mundur dari jabatannya. Pengunduran diri itu tertuang dalam surat yang dikirim kepada Bupati Sampang H Slamet Junaidi tertanggal hari ini, Senin (9/9/2019).

Alasan karena kasus korupsi yang membelit instansinya sampai menyeret dua stafnya itu sehingga dirinya mundur sebagai pucuk pimpinan Dinas Pendidikan.

“Sebagai bentuk tangungjawab moral selaku pimpinan atas permasalahan yang membelit Disdik,” ujar Moh Jupri dihubungi Media Madura.

Jupri menjelaskan mengambil keputusan tersebut lebih fair. “Ketika staf saya sudah begini maka saya harus juga,,,, kan gak enak sementara saya menikmati jabatan, saya ikut bersimpati masalah ini jadi saya mundur,” terangnya.

Ia mengaku, pengunduran dirinya dari posisi Kepala Dinas Pendidikan disampaikan saat rapat di aula Pemkab Sampang siang tadi.” Iya tadi juga disampaikan waktu rapat di aula, jadi per hari ini mundur,” ungkapnya.

Sementara Bupati Sampang H.Slamet Junaidi telah menerima surat pengunduran diri Kepala Disdik Moh Jupri Riyadi. “Kalau sekarang saya sudah terima suratnya, kalau pagi tadi masih belum, iya memang mengundurkan diri per hari ini,” ucap Slamet Junaidi.

Maka itu, dalam waktu dekat pemerintah daerah akan mengambil sikap untuk mengisi kekosongan jabatan Disdik Sampang. “Kita siapkan Plt Disdik Sampang, kita akan rapat kan mulai besok,” tutupnya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan korupsi menyeret dua pejabat Disdik Sampang yakni Kasi Sarpras Akh Rojiun dan Mohammad Edi Wahyudi. Terbaru, Kepala Sekolah Banyuanyar 4 dan 5, Edi Purnama. Mereka terjerat kasus fee proyek SDN Banyuanyar 2.

Tak hanya itu, kasus dugaan korupsi ambruknya proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN II Ketapang tahun 2016. Dalam kasus ini, penyidik Kejaksaan Negeri Sampang menetapkan Moh Jupri Riyadi dan Akh Rojiun sebagai tersangka.

Saat itu, Jupri Riyadi diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rojiun sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Kini, kasus SMPN II tersebut menahan Abd Aziz selaku Direktur CV Amor Palapa, serta Mastur Kiranda (MK) dan Noriman (NI). Keduanya yang meminjam CV dalam mengerjakan proyek.

Reporter : Zainal Abidin
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.