Kepala Bapelitbangda Kabupaten Sampang Tony Moerdiwanto memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (5/3/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Sampang Tony Moerdiwanto, mengungkapkan proses pembebasan lahan untuk jalan lintas selatan (JLS) Sreseh – Pangarengan (Srepang) masih menunggu penetapan lokasi (penlok) dari Gubernur Jatim.

“Kalau sudah ditanda tangani maka pembebasan lahan untuk anggaran 2019 akan dimulai kembali, tahun ini masih menunggu penlok,” ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, proyek srepang tahun ini kembali digerojok anggaran lebih kurang Rp 20 Miliar. Rinciannya, PAK Rp 9,5 Miliar dan dari APBD Murni 10,8 Miliar.

“Pembebasan lahan diupayakan tuntas di 2020, sehingga 2021 sudah tinggal fisiknya,” jelasnya.

Ada lima jembatan yang akan dibangun pada proyek srepang. Namun, pihaknya menegaskan bahwa ada satu jembatan yang di prioritaskan yaitu jembatan yang menghubungkan sreseh dan pangarengan.

“Pak Bupati sangat menginginkan srepang ini segera dituntaskan,” tuturnya.

Bupati Sampang H.Slamet Junaidi mengatakan pembebasan lahan untuk proyek srepang harus didukung oleh seluruh masyarakat. Sebab, proyek tersebut dalam rangka memperbaiki tatanan kawasan di wilayah selatan.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Bangkalan supaya jalur srepang menyambung dengan Bangkalan. Sehingga, jalur selatan di wilayah Bangkalan benar-benar maksimal.

“Proyek ini sangat mendukung terhadap daya ungkit ekonomi, maka harus didukung, karena seluruh kegiatan ini dalam rangka memajukan dan mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.