Haruna Soemitro

Media Madura – Adi Riyanto, wasit yang memimpin pertandingan Madura United kontra Bhayangkara FC dinilai buruk oleh manajemen Laskar Sape Kerrab. Karena itu, Adi Riyanto akan dilaporkan ke PSSI.

Pada laga lanjutan Liga 1 yang berlangsung di Stadion Madya, Jakarta, Senin (5/8/2019) malam, Madura United mampu meraih satu poin setelah kedua tim bermain imbang 1-1.

Namun selepas pertandingan, Manajer Madura United, Haruna Soemitro mengaku tidak puas dengan kepemimpinan wasit Adi Riyanto lantaran mengeluarkan keputusan yang kontroversial.

Adi Riyanto meniup peluit untuk menganulir gol yang dicetak Beto Goncalves ke gawang Bhayangkara. Padahal, Madura United barada pada posisi yang menguntungkan.

“Kita pasti akan mengajukan protes kepada PSSI terkait dengan gol yang dianulir. Faktanya adalah wasit meniup peluit setelah peristiwa gol terjadi,” kata Haruna.

“Pelanggaran yang dilakukan Bhayangkara terhadap Engelberd Sani itu posisinya advantage dan menguntungkan tim Madura, sehingga ada posisi yang tidak boleh dihentikan,” sambungnya.

Haruna juga menilai, keputusan yang dibuat Adi Riyanto sangat fatal.

“Wasit meniup peluit pelanggaran yang beri keuntungan kepada Madura. Meskipun itu adalah sebagai penyebab kita bisa cetak gol, tapi ini tetap suatu kesalahan yang fatal yang harus menjadi cacatan sepak bola kita ke depan,” tegasnya.

Haruna menambahkan, terkait bukti-bukti keputusan kontroversial dimaksud, pihaknya telah mengantonginya dan segera diajukan ke PSSI sebagai bentuk protes terhadap wasit Adi Riyanto.

“Kita akan ajukan protes kepada PSSI segera. Terkait dengan bukti-bukti sudah kita kumpulkan sekarang. Kita akan melakukan mekanisme yang ada. Yang kita akan protes ke PSSI agar PSSI juga mencermati dan bisa mengevaluasi wasit yang bertugas,” tutup Haruna.

Reporter: Zainol
Editor: Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.