Tersangka

Sumenep, (Media Madura) – Fans Page (FP) atau halaman facebook Sumenep Baru akhirnya memakan korban. Salah seorang grup FB tersebut ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Sumenep, Senin (8/7/2019) kemarin.

M. Sucipto (34), warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep ditangkap karena diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui akun FB atas nama dirinya sendiri, M. Sucipto.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan, awalnya tersangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup whatsapp ‘Eksekulator’. Kemudian tersangka dengan sengaja memposting berita tersebut melalui akun FB miliknya ke grup FB Sumenep baru.

“Tersangka memposting berita yang tanpa dasar dan fakta tersebut bertujuan agar semua orang bisa membaca postingannya,” ungkapnya, Selasa (9/7/2019).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti (BB), diantaranya 1 unit HP merk Oppo type A71 warna hitam dan 1 buah sim card.

“Tersangka melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukuman maksimal 6 tahun,” tukas Widi.

Berikut postingan tersangka yang diduga memuat berita bohong:

_1.Saya mohon dr relawan 02 ada yg mengambil sampling Surat suara dr beberapa daerah untuk di bawa ke Lab,krn kenungkinan besar racun ada di kertas suara Itu sebabnya knp kebanyakan yg meninggal orang yg ber-hari” Kerja menghitung surat suara.Sedang yg hanya I hr di TPS mereka aman! Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S- 2-(diisopropylamino)ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk “keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas”._

_2. Petugas kpps mati karna diracun! Masalah racun pki jaginya dari dulu pki suka menebrkan racun buat membunuh pribumi! Kita harus waspda,kenap pemerintah bungkam ya jelas karna mereka yg nyuruh dari golonganya dasar rezim pki!_

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.