Pamekasan, (Media Madura) – Keluarga almarhum Amir Kud Alkatiri (55) warga Jalan Paayaman, Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan yang ditemukan tewas berlumuran darah di rumah barunya di Jalan Pintu Gerbang, Gg 4, Blok Klompang, Kelurahan Bugih, keberatan, karena foto sadis pamannya menyebar luas melalui jejaring media sosial (Sosmed).

Ponakan Tuan Amir, sapaan akrab almarhum, FC (inisial), menduga foto sadis yang tidak seharusnya menyebar itu hasil jepretan pegutas atau tim forensik, sebab saat keajadian tidak ada orang lain selain keluarga dekat yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Hanya tim forensik yang punya itu mas, anaknya saja gak ngambil gambarnya dan emang ndak mau,” katanya kepada mediamadura.com, Selasa (2/7/2019).

FC berharap, perihal tindakan ceroboh itu tidak kembali terulang. Bahkan ia mengirimkan pesan kekecewaannya melalui aplikasi WhatsApp kepada Kapolres Pamekasan.

“Ya jangan diulangi lagi lah, itu kan untuk kepentingan polisi sendiri, jadi dikonsumsi polisi sendirilah,” tambahnya.

“Baru tau saya rasanya foto keluarga yang jadi korban disebarkan (diviralkan) seperti itu rasanya hati ini sesak dan emosi,” sambungnya.

Dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Pamekasan, Hari Siswo menyatakan saat ini kepolisian tengah mencari penyebar foto tersebut.

“Bantu ya, saya juga cari,” katanya singkat.

Untuk kepentingan penyelidikan dan mengungkap motif tewasnya pemilik toko mebel itu, polisi telah mengamankan beberapa barang-bukti (BB) dan memeriksa saksi-saksi.

Barang bukti yang diamankan berupa sepasang sepatu yang berlumuran darah, satu buah kacamata hitam, satu celana kain yang ada darahnya, dan satu topi warna orange yang ada bercak darahnya.

Dugaan kuat tewasnya pengusaha itu menjadi korban penganiayaan. Selain itu, motor dan handphone korban raib.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.