Tersangka Pembawa Kotak Suara di Sampang Jalani Sidang Perdana

Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Pengadilan Negeri Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar sidang perdana terkait pelanggaran pemilu kasus penjarahan kotak suara di TPS 13 Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Selasa (21/5/2019).

Sidang perdana tersebut melibatkan dua tersangka yakni Yusuf Al Subaidi warga Desa Bapelle, Robatal, Sampang, dan Romadhon warga Desa Tangguh, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sampang Anton Zulkarnaen, mengatakan sidang perdana kali ini dengan agenda dakwaan dan mendengarkan saksi-saksi yang dihadirkan oleh jaksa.

“Sidang perdana terkait pelanggaran pemilu hari ini digelar,” ujarnya, Selasa (21/5/2019).

Menurut Anton, sidang perkara ini harus selesai selama tujuh hari karena sifatnya Lex Specialis dengan hukum acara yang berbeda dengan KUHP, bahkan perkara ini bisa disidangkan secara in absentia karena memang khusus.

Dalam berita acara, lanjut Anton menyampaikan, jumlah saksi yang akan dihadirkan yaitu sebanyak enam orang, namun dalam sidang perdana kali ini hanya dua saksi yang bisa hadir yakni dari Komisioner Bawaslu Sampang Yunus Ali Ghafi dan Komisioner KPU setempat Syamsul Arifin.

“Tadi ada dua saksi yang hadir yaitu KPU dan Bawaslu Sampang,” jelasnya.

Untuk sidang selanjutnya masih agenda sama yaitu mendengarkan keterangan saksi dan dakwaan.

“Masih Rabu besok sidang lanjutan, kita masih akan menghadirkan empat saksi lagi,” tegasnya.

Soal tuntutan, Anton mengaku masih berproses yakni masih mendengarkan saksi. Bahkan kedua terdakwa berencana menghadirkan saksi yang menguntungkan atau meringankan (A de Charge).

Namun berdasarkan Undang-undang Pasal 517 UU No 7 Tahun 2017, tentang pemilu, kedua terdakwa dalam perkara pidana pemilu terancam dengan hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp 60 juta.

Sementara Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sampang Yunus Ali Ghafi, yang hadir sebagai saksi menyampaikan ada enam saksi yang berencana hadir, namun belum diketahui alasan ketidakhadiran. Sehingga keempat saksi yang tak hadir akan dipanggil kembali.

“Alasan tidak hadir belum tahu, tapi empat saksi yaitu Ketua dan anggota KPPS, pengawas TPS, dan polisi yang mengamankan pelaku, akan dipanggil lagi, kalau kemarin waktu menyampaikan surat pemanggilan dari kejaksaan yang bersangkutan bilang siap hadir,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here