Sapi lokal (foto: Ahmad Rifqi)

Pamekasan, (Media Madura) – Harga sapi lokal di Pasar Keppo, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengalami penurunan.

Menurut salah seorang pedagang, Abd Halil, turunnya harga sapi lantaran kurangnya permintaan dari pemotong hewan, sehingga menyebabkan sapi berukuran besar menumpuk. Selain itu, saat ini para pengembala sapi rumahan rata-rata menjualnya dan beralih ke sapi yang ukuran lebih kecil.

“Para petani (istilah pedagang) sekarang ganti ke sapi kecil semua karena sudah musim pakan (rumput),” katanya, Sabtu (9/2/2019).

Sehingga, tambah Halil, dagangannya terkadang merugi. Ia mencontohkan, jika dirinya membeli sapi di Sumenep seharga Rp 11 juta, namun sesampai di pasar hewan terbesar di kabupaten berslogan Gerbang Salam itu hanya ditawar Rp 9 jutaan.

“Ini belinya Rp 11 juta lebih, di sini hanya ditawar Rp 9,7 juta, kan rugi banyak,” tambah pedagang asal Sumenep itu.

Akibatnya, banyak pedagang membawa pulang sapi dagangannya, dikarenakan tidak mau merugi beberapa kali. Selain rugi modal juga rugi operasioanal perjalanan Sumenep ke Pamekasan dan sebaliknya.

“Ketimbang ruginya bertambah ya sapi-sapi pedagang dibawa pulang, nanti dijual lagi kalau harga sudah normal,” tutup Halil.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.