Ilustrasi Surat Suara

Pamekasan, (Media Madura) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyayangkan pengiriman logistik surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tanpa ada pengawalan khusus dari kepolisian.

Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi, mengaku saat menyaksikan kedatangan logistik surat suara Pemilu 2019 pada Kamis (7/2/2019) malam, tidak ada pengawalan khusus dari aparat.

“Biasanya pengiriman logistik surat suara ke Pamekasan ada pengawalan khusus dari kepolisian,” katanya, Jumat (8/2/2019).

Bahkan, kata Saidi, pemberitahuan pengiriman surat suara itu terkesan mendadak.

Pengiriman logistik surat suara untuk DPD dan DPRD Provinsi itu tiba sekitar pukul 21.10 WIB Kamis malam. Pihaknya mendapat kabar dari Ketua KPU setelah truk kontainer yang membawa logistik sudah mau masuk ke Pamekasan.

“Sebenarnya bukan terlambat pemberitahuannya tapi kurang dari awal, setelah sampai Sampang baru Ketua KPU menyampaikan ke saya,” tuturnya.

Terpisah, salah satu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Mohammad Subhan, menjelaskan logistik yang tiba itu ada 5 macam kertas yakni untuk DPRD Daerah, DPRD Provinsi dan DPR Republik Indonesia, DPD RI dan Pilpres.

Kini, kata Subhan, logistik ada di gudang penyimpanan logistik KPU di Jalan Pintu Gerbang, dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Surat suara yang baru tiba itu lebih 20 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada.

“Sekarang belum dihitung, tapi ada kelebihan sekitar dua puluh persen,” tutup Subhan.

DPT di Kabupaten Pamekasan pada pemilu 2019 sebanyak 706.619 jiwa. Dari jumlah itu sampai sekarang belum ada laporan data ganda, jika ada data ganda harus ada rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk perbaikan selanjutnya.

Reporter: Ahmad Rifqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.