Kasi Pendma Kemenag Sumenep, Moh. Tawil

Sumenep, (Media Madura) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur telah selesai mencairkan insentif guru 2018 dengan sasaran penerima guru swasta di bawah naungan Kamenag mulai dari tingkat RA, MI, MTs, dan MA.

“Insentif guru sudah cair sepekan lalu.  Itu sebagai bentuk rangsangan bagi para guru swasta untuk tetap bisa mengabdi di lembaga masing-masing” kata Kasi Pendma Kemenag Sumenep, Moh. Tawil, Jumat (18/1/2019).

Tawil menjelaskan, bantuan insentif ini berbeda dengan tunjangan fungsional, di mana insentif ini khusus bagi guru swasta yang belum Sertifikasi Guru (Sergur).

“Sebenarnya dibilang gantinya tunjangan fungsional bisa juga, tapi bedanya insetif ini di dalamnya guru yang sudah sertifikasi dan guru yang sudah status PNS tidak boleh menerima bantuan insentif,” jelas mantan Ketua Koperasi Kemenag Sumenep ini.

Nominal yang diterima setiap guru penerima insetif tersebut adalah sebesar Rp 250.000 per bulan. Kata Tawil, untuk tahun 2018 memang tidak dibayarkan penuh, yakni untuk RA dan MI dibayarkan selama 4 bulan, sementara MTs dan MA hanya dibayarkan 3 bulan.

“Untuk anggaran tahun 2018 insentif bagi swasta guru ini belum bisa mencukupi untuk dibayarkan setahun penuh. Tapi untuk tahun 2019 ini kami pastikan akan terbayar tahun penuh, itu berdasarkan DIPA,” terangnya.

Untuk diketahui, jumlah penerima insentif bagi guru swasta tahun 2018 sebanyak 3.199 penerima. Rinciannya, Bank Jatim melayani sebanyak 2.852 guru, BRI 316, guru, dan BNI 31 guru.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.