Pamekasan, (Media Madura) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan mempidanakan Calon Legislatif (Caleg) jika memasang iklan di media massa sebelum waktunya.

Dikatakan oleh Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Pamekasan, Sukma Tirta Firdaus, jika hal tersebut dilakukan maka merupakan tindakan yang akan merugikan pemasang dengan sanksi pidana yang akan menjeratnya.

“Sebelum masa kampanye dimulai yakni tanggal 24 Maret sampai 13 April 2019 dilarang memasang iklan di media massa jika tidak ingin terjerat sanksi,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Sukma berjanji akan melakukan pengecekan di berbagai website media online dan beberapa media cetak, khawatir ada caleg yang sudah memasangnya.

“Pemasangnya yang bisa disanksi, karena terkadang caleg itu tidak tahu kalau pasang iklan, yang pasang terkadang pendukungnya, maka pendukungnya yang dipidana,” jelasnya.

Ia menemukan sudah ada salah satu media online yang diduga berkantor di Kabupaten berslogan Gerbang Salam ini melayani pemasangan iklan benner Caleg DPRD Jawa Timur, padahal masih belum masuk masa kampanye di media massa. “Akan kami tindak lanjuti karena itu sudah melanggar,” tutur Sukma.

Larangan yang dilanggar itu termaktub dalam Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018 Pasal 37 tentang Kampanye dan Pasal 276 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, jika melanggar regulasi tersebut pemasang dapat sanksi pidana.

Isinya jika ada caleg DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi dan RI serta DPD RI melanggar aturan itu, selain mendapat sanksi pidana, bisa juga terjerat sanksi administrasi, bahkan caleg yang bersangkutan bisa didiskualifikasi.

“Kalau sanksi pidana berupa kurungan dan denda, kalau sanksi administrasi itu kita lihat dulu hasil sidangnya seperti apa. Bisa saja dicoret, tapi kita lihat dulu nanti fakta-faktanya,” tutup Sukma.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.