Sampang, (Media Madura) – Angka perceraian di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terbilang cukup tinggi. Selama kurun waktu dua tahun yakni 2017-2018, terjadi peningkatan perceraian di Pengadilan Agama Sampang.

Data di Pengadilan Agama pada tahun 2017, ada 1.230 perkara perceraian yang masuk. Sedangkan, tahun 2018 ada 1.264 perkara yang masuk, dan memutus 1.238 perkara perceraian.

“Tahun 2018 kemarin ada 1.238 pasangan di Sampang bercerai, rinciannya 441 cerai talak dan sisanya 797 merupakan perkara cerai gugat,” kata Panitera Pengadilan Agama Sampang Drs. Fa’iq.

Fa’iq menyampaikan, faktor kekerasan atau penganiayaan dalam rumah tangga menjadi salah satu penyebab pasangan mengajukan perceraian. Kemudian, perselingkuhan juga menjadi awal pertengkaran dan berakhir di pengadilan.

“Penyebabnya bervariasi ada juga kecanduan judi dan mabuk-mabukan, serta penelantaran pasangan,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, sebelum putusan sidang proses mediasi dilakukan terhadap pasangan yang menggugat cerai. Hanya sekitar 5 persen yang berhasil dimediasi.

“Mediasi tentu dilakukan dengan harapan perceraian antara kedua belah pihak diurungkan, tetapi meski angka perceraian meningkat kami tetap berkomitmen untuk menekan angka perceraian pada tahun kedepannya,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.