Mobil bus mini saat diderek petugas laka lantas

Pamekasan, (Media Madura) – Korban akibat kecalakaan lalu lintas (Laka lantas) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur selama tahun 2018 meningkat ketimbang tahun 2017 lalu.

Menurut Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Pores Pamekasan AkP Didik Sugiarto, data di tahun 2017 sebanyak 257 peristiwa bertambah 23 kejadian menjadi 280 selama tahun 2018.

“Peningkatan drastis terjadinya kecelakaan karena kurangnya kehati-hatian pengemudi saat berkendara,” katanya, Senin (7/1/2019).

Rinciannya, korban laka meninggal dunia di tahun 2018 sebanyak 93 orang sementara di tahun 2017 86, luka berat lebih tinggi pada tahun 2017 yakni 6 orang sedangkan 2018 hanya 2 orang, luka ringan 327 sedang 2017 277 orang.

“Trennya lebih meningkat ketimbang tahun kemarin,” tambah Didik.

Rata-rata kejadian laka lantas terjadi di luar wilayah perkotaan, faktor utama karena ruas jalan dari perkotaan menuju perdesaan sudah mulus.

“Jalan menuju desa itu sudah diperbaiki semua. Pengendara seenaknya menggunakan jalan tanpa memperhatikan kecepatan,” tambah Didik.

Ia berharap peran serta masyarakat dalam menekan angka kecelakaan di Bumi Gerbang Salam.

“Butuh dukungan semua elemen masyarakat. Bukan hanya kami saja,” imbuh Didik.

Ia mengimbau masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas. Semua kendaraan harus dilengkapi surat-surat dan untuk pengendara motor agar menggunakan helm pengaman untuk menjaga keselamatan.

“Gunakan helm SNI untuk menjaga keselamatan diri,” tutupnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.