Kepala DP3AKB, Herman Poernomo

Sumenep, (Media Madura) – Kasus anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur cukup tinggi.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Prempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumenep sejak awal tahun hingga September 2018 kasus ABH 22 kasus dan KDRT tercatat sebanyak 11 kasus.

Untuk ABH, kasus pencurian sebanyak 8 kasus, perebutan anak 5 kasus, pencabulan 4 kasus, pemerkosaan 3 kasus, dan kasus penelantaran sebanyak 2 kasus.

“Selama ini, untuk KDRT masih ada 11 kasus dan ABH 22 kasus bedasarkan laporan pada kami,” kata Kepala DP3AKB, Herman Poernomo, Kamis (27/9/2018).

Disamping data yang dimiliki, Herman meyakini masih banyak kasus KDRT di tengah-tengah masyarakat. Namun masyarakat tidak melaporkan karena tindakan KDRT masuk kategori perbuatan yang tercela.

“Tidak melapor, alasannya karena aib, tidak harus diketahui oleh orang lain,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Herman, DP3AKB sedang gencar melakukan pencegahan, seperti halnya membuat satuan petugas (Satgas) tingkat desa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Kami terus berupaya agar kasus KDRT dan kasus-kasus yang melibatkan anak ini bisa diminimalisir. Walaupun dari segi anggaran memang minim,” tukasnya.

Reporter: Rosy

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.