Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep, Anwar Noris

Sumenep, (Media Madura) – Walaupun Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep, Madura, Jawa Timur beberapa waktu lalu, nyatanya DPT hasil perbaikan diduga masih belum lepas dari persoalan. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, Anwar Noris, Senin (24/9/2018).

Kata Noris, berdasarkan laporan sementara dari Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), DPT perbaikan tersebut masih belum valid, karena masih ditemukan data ganda hingga nama tidak dikenal di daerah tercantum.

“Hal ini tentu menjadi hal yang penting untuk dicermati. Apalagi jumlahnya cukup banyak,” tegas Noris.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan pencermatan DPT. Sebab sesuai tahapan, memang ada perpanjangan waktu hingga 60 hari bagi KPU untuk kembali melakukan penyempurnaan DPT.

“Kami akan memanfaatkan waktu itu untuk kembali melakukan penyempurnaan DPT, memverifikasi data-data yang disinyalir masih bermasalah,” ujarnya.

Saat ini, sambung Noris, Bawaslu dan jajaran masih melakukan proses verifikasi faktual hingga ke desa-desa, untuk mengroscek data pemilih.

“Nanti setelah proses penyisiran dibawah selesai, kami akan rekap berapa temuan data pemilih yang harus diperbaiki dan tersebar di kecamatan mana saja,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan, KPU Sumenep telah menghapus 836 data pemilih ganda dari DPT Pemilu 2019 yang ditetapkan beberapa waktu lalu. 

Kemudian KPU menetapkan kembali jumlah DPT hasil perbaikan untuk sebanyak 867.363 pemilih, dengan rincian 408.125 laki-laki dan 459.238 perempuan.

Penghapusan data tersebut merupakan hasil pencermatan antara Bawaslu, pengurus Parpol, dan KPU. Ratusan pemilih yang dihapus itu karena ditemukan ganda NIK dan KK invalid.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.