Anggota Komisi II DPRD Sumenep, H. Masdawi

Sumenep, (Media Madura) – Meski Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur telah mempunyai program Visit Year 2018, namun perkembangan wisata di kabupaten ujung timur Pulau Garam itu dinilai masih stagnan.

Fakta ini menjadi perhatian serius kalangan dewan. Sebagian dari anggota legislatif bahkan menuding pemkab belum serius dalam mengurus perkembangan wisata.

Menurut anggota dewan, tidak ada inovasi pada destinasi yang dikelola pemerintah hingga kini. Buktinya, bisa dilihat di Pantai Wisata Lombang, Slopeng, dan lainnya.

Di Pantai Lombang, tidak tampak adanya perkembangan signifikan dalam penataan wisata. Bahkan, dari tahun ke tahun tetap jalan di tempat. Baik, dari sisi infrastruktur maupun kemasan kegiatan yang bisa menjadi magnet wisatawan.

Padahal, potensi di sekitar lokasi itu banyak yang bisa digarap, untuk dijadikan paket. Misalnya, Kasur Pasir, Masjid Kuno dan lainnya. Tak salah, jika banyak kalangan yang menginginkan adanya isntansi khusus macam Badan Pengembangan Pariwisata. 

Salah satunya, disampaikan anggota Komisi II DPRD Sumenep H. Masdawi. Menurut Masdawi, sudah saatnya pemerintah memiliki badan khusus yang menangani perkembangan wisata. 

“Kami sejak awal mengusulkan pembentukan Badan Pengembangan Pariwisata. Sehingga, fokus pada persoalan wisata dari berbagai sektor. Itu yang menjadi keinginan,” ucapnya, Kamis (13/9/2018).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, badan ini nantinya akan mengurusi berbagai persoalan teknis kepariwisataan, dari semua sektor. Pengembangan infrastruktur, fasilitas dan inovasi kegiatan lainnya.

“Sehingga, keberadaan pariwisata akan berkembang dan tepat sasaran. Intinya, semua tetek bengek pariwisata akan termaktub dalam badan yang akan dibentuk ini,” tuturnya.

“Badan yang akan dibentuk itu juga akan mengurus informasi wisata. Orang-orang yang ada di tempat akan berpikir untuk pengembangan wisata secara inovatif untuk menarik pengunjung datang ke lokasi itu,” tambahnya.

Lalu, bagaimana dengan pendanaan badan tersebut? Masdawi mengungkapkan, soal pendanaan badan tersebut tidak usah membebani negara, melainkan menggunakan dana swasta. 

“Dananya juga harus berasal dari swasta. Jadi, harus menempatkan orang-orang kreatif ditempat itu. Supaya bisa bekerja maksimal dan terarah,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.