Ilustrasi kekeringan

Pamekasan, (Media Madura) – Kekeringam dampak musim kemarau di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai meluas. Jumlah desa yang mengajukan permintaan air bersih pun terus bertambah.

Kemarau menyebabkan sumber air di sejumlah desa mulai kering. Hal tersebut disampaikan oleh Superviser Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Budi Cahyono.

Menurutnya, semula ada 310 dusun yang mengalami kekeringan, sekarang bertambah dua, sehingga menjadi 312 dusun, 78 desa, 10 kecamatan.

“Dari data terbaru di kantor kami, ada dua lokasi baru yang mengalami kekeringan dan keduanya sudah mengajukan surat permohonan bantuan air bersih kepada Pemkab,” terang Budi Cahyono Senin (3/9/2018).

Dari kedua lokasi tersebut lanjut Budi, masing-masing adalah Dusun Ibeih dan Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.

“Perluasan ini karena musim kemarau yang lumayan lama dan ini memang lumrah terjadi setiap tahunnya. Karena dengan seiring tingkat kebutuhan manusia yang meningkat,” tambahnya.

Untuk bantuan air bersih yang diberikan oleh Pemkab secara gratis ,ucap Budi, dan hanya bisa dipergunakan untuk mandi dan minum saja.

“Kita pernah mengirimkan bantuan air bersih ke satu lokasi. Namun air itu tidak jadi kami berikan. Karena, ternyata air tersebut mau digunakan untuk bangunan, jadi kami gagalkan,” pungkasnya.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat Bumi Gerbang Salam untuk segera mengajukan bantuan air bersih gratis terhadap Pemerintah Kabupaten. Apabila, di daerahnya terkena dampak kekeringan.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.