Madura United U-19 Akan Sambangi Pesantren di Sampang, Ini Tujuannya

Skuad Madura United U-19

Media Madura – Pondok pesantren di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menjadi salah satu tempat yang ingin disambangi skuad Madura United U-19.

Rombongan Laskar Sape Kerrab Ngodeh beserta tim pelatih bakal mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Karang Durin, Jumat (27/7/2018) besok.

Selama di pesantren, sedikitnya ada empat agenda yang akan dijalankan oleh tim besutan Iwan Setiawan. Namun, agenda besarnya adalah pertandingan uji coba melawan tim pesantren Miftahul Ulum.

Tim pesantren dipilih menjadi lawan mereka karena pesantren Miftahul Ulum memiliki tim sepak bola yang akan berlaga di Liga Santri Nusantara (LSN).

“Karena mereka (Ponpes Miftahul Ulum.red) memiliki wadah kompetisi LSN,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Ziaul Haq, Kamis (26/7).

Habib sapaan akrabnya menjelaskan, kunjungan Madura United U-19 ke Ponpes Miftahul Ulum merupakan program Madura United Academy Football. Juga bagian dari program CSR Madura United FC.

Salah satu programnya adalah berbagi pengalaman ilmu kepelatihan dengan melibatkan guru-guru olahraga dan pembina sepak bola di kalangan santri. Yang akan diberikan oleh tim pelatih dipimpin langsung Iwan Setiawan.

Sebab, hal itu, lanjut Habib, merupakan permintaan dari Priseden Klub, Achsanul Qosasi setelah akademi sepak bola Madura United resmi berdiri.

“Presiden klub meminta agar keberadaan Madura United Academy Football tidak hanya fokus pada pembinaan peserta didik yang akan bertanding saja. Harus ada pola pembinaan dengan menyebarkan ilmu kepelatihan, utamanya di kalangan pesantren,” jelasnya.

Tidak menutup kemungkinan, semua pesantren di Madura akan mendapat jadwal kunjungan juga. Namun, imbuh Habib, tergantung dari waktu.

“Sepanjang waktunya memungkinkan, tim pelatih tentunya siap berbagi ilmu di beberapa pesantren di Madura. Kami awali dulu yang di Sampang besok. Sistemnya berbagi pengalaman dulu karena waktunya sangat pendek,” ujarnya.

“Harapannya, adalah nantinya ada pemain dari kalangan santri yang bisa berada di Madura United,” tutur Habib.

Sementara itu, Pelatih Madura United U-19, Iwan Setiawan mengungkapkan, uji tanding melawan tim calon peserta LSN penting bagi mental tanding anak didiknya. Kendati demikian, tidak cukup bagi timnya menggelar satu kali uji coba.

Dia membutuhkan setidaknya lima kali pertandingan uji coba sebelum mengarungi kompetisi Liga 1 U-19.

Laskar Sape Kerrab Ngodeh tercatat baru menjalani dua kali pertandingan uji coba. Yakni, melawan tim Madura United senior dan juga menghadapi tim asal Kecamatan Kedung-dung Sampang.

“Bukan semata-mata menjalani pertandingan ujicoba. Namun, lebih menekankan pada latihan bersama sekaligus berbagi ilmu dengan santri,” tegas mantan pelatih Persebaya Surabaya dan Borneo FC tersebut.

Berikut adalah rencana kegiatan Madura United U19 di Ponpes Miftahul Ulum Karang Durin Sampang:

Tim pelatih shalat Jumat di Pesantren dilanjutkan silaturrahmi dengan pengasuh.

Pukul 13.00 WIB
Berbagi pengalaman ilmu kepelatihan dengan Guru Olahraga dan Pengurus Pesantren Karang Durin.

Pukul 15.00 WIB
Fridley Match, Madura United U19 Vs Tim LSN Ponpes Karang Durin.

Pukul 17.30 WIB
Shalat Magrib berjamaah di Pesantren dilanjutkan Kembali ke Mess.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.