Pamekasan, (Media Madura) – Mohamad Irfan Bahri alias MIB (19) Warga Dusun Tobeleng 1, Desa Waru Barat, Kecamatan Pamekasan, Madura, Jawa Timur, korban begal di jembatan Summarecon Kota Bekasi menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap begal yang berusaha membunuhnya.

Peristiwa pembegalan yang berujung duel maut antara Irfan dan dua pelaku begal terjadi pada Selasa (22/05/2018), saat itu ia bersama sepupunya Achmad Rafiki (AR) dan teman sekampungnya jalan-jalan ke Alun-alun Kota Bekasi, yang akhirnya dicegat oleh dua begal di jembatan Summarecon Kota Bekasi dan Irfan melawan, bahkan salah satu begal tewas.

Irfan sapaan akrabnya berada di Bekasi karena tengah berkunjung ke rumah pamannya di Jalan Agus Salim RT 04 RW 07 Kelurahan Bekasi Jaya, kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia merupakan santri Pondok Pesantren Darul Ulum Bandungan, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pemekasan.

Namun sayangnya tindakan bela diri Irfan malah berbuah ditetapkannya putra Ibu Sahatun ini sebagai tersangka oleh Kepolisian Mapolrestro Bekasi Kota. Pihak kepolisian memandang upaya membela diri yang dilakukan oleh Irfan malah menyebabkan nyawa pelaku begal, Aric Saipulloh melayang.

“Saat ini MIB telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Aric Saipulloh, meskipun secara keterangan MIB mengaku membela diri dari serangan begal,” kata Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih. Seperti yang dikutip dari Antara. Senin (28/5/2018).

Penetapan tersebut menuai respon beragam bahkan kecaman dari warga Pamekasan. Salah satunya dari Kepala Desa Waru Barat Abdus Salam Ramli. Menurutnya, Warganya itu hanya melakukan upaya bela diri dan tidak seharusnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami terus memantau perkembangan dari peristiwa ini. Sementara informasi yang saya dapatkan dari keluarga yang di Bekasi, Irfan tidak ditahan, tetapi hanya sebagai saksi dan wajib lapor tiap Senin dan Kamis,” katanya kepada mediamadura.com. Rabu (30/05/2018) siang.

Selain itu, dalam postingan di facebook Kades Waru Barat dengan akun Abdus Salam Ramli ini, M Irfan mendapatkan dukungan dari warganet Madura.

Bahkan, pengacara yang pernah menggugat kebijakan Presiden Jokowi tentang Biaya Pengesahan STNK yakni Moh. Noval Ibrrohim Salim yang merupakan warga Dusun Tlangi I, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan ini siap memberikan pendampingan hukum kepada M Irfan.

Penulis : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.