Rahman Setiyono

Sumenep, (Media Madura) – Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dibuat gempar oleh kabar percobaan bunuh diri yang dilakukan Rahman Setiyono (41), warga Jalan Trunojoyo Gang Tambak Saji III Desa Gedungan, Kecamatan Batuan.

Pria paruh baya itu mencoba bunuh diri dengan menggunakan sebilah alat senjata tajam. Ia melakukannya di rumah milik rekan kerjanya, Heri Sugeng Purnomo alias Ipung di Perumnas Giling Desa Pamolokan Sumenep, Kamis (10/5) sekitar pukul 17.00 WIB. 

“Akibat perbuatannya itu, korban telah mengalami sekitar tujuh luka tusuk di bagian perut sebelah kiri yang mengakibatkan perut korban luka robek,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukid, Jumat (11/5).

Mukid sempat mengkonfirmasi jika korban diduga nekat ingin bunuh diri karena tengah mengalami stres lantaran terlilit hutang miliaran rupiah setelah beberapa usaha proyek yang dijalankan dengan modal miliaran tak ada kejelasan.

“Motif sementara dalam kejadian tersebut, korban terlilit hutang yang belum bisa membayar karena jangka waktu sudah habis. Sedangkan rekan kerja yang ia serahkan uang hingga miliaran sudah kabur,” tandas Mukid. 

Namun informasi itu ditampik oleh rekan korban Heri Sugeng Purnomo alias Ipung. Menurutnya, korban bukan stres karena terlilit hutang, tapi justru sebaliknya, uang korban yang berjumlah miliaran berada di seseorang dan belum dibayar. 

“Jadi begini mas, Rahmad itu bukan punya hutang, tapi uang dia sebesar Rp 2,9 miliar ada di seseorang bernama Mulyadi, dipinjamkan melalui saya,” kata Ipung pada mediamadura.com, Jum’at (11/5/2018).

Diceritakan, dari Rp 2,9 miliar, sekitar Rp 750 juta Mulyadi berjanji akan dikembalikan sekitar satu bulan, tapi sampai batas waktu yang bersangkutan belum juga mau membayar. 

Bahkan meski hanya diminta membayar Rp 300 juta dulu yang bersangkutan juga belum membayar. “Oleh karena itu korban frustasi, karena itu bukan uang sedikit mas,” tuturnya. 

Ipung mengaku, dirinya yang memang diberi kepercayaan penuh oleh korban sampai saat ini belum mengetahui keberadaan Mulyadi, ia juga tidak tahu kepan Mulyadi akan membayar hutangnya. 

“Jadi begitu mas, bukan Rahman yang terlilit hutang seperti yang diberitakan, justru uang dia yang belum kembali dan nilainya hampir Rp. 3 miliar,” tegasnya lagi.

Sementara itu, menurut Ipung, kondisi korban saat ini sudah mulai membaik dan dirawat di Surabaya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.