Kabag ESDM Pemkab Sumenep, Moh. Kahir

Sumenep, (Media Madura) – Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi ladang migas baru. 

Itu menyusul berlanjutnya kegiatan ekplorasi oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT. Energi Mineral Langgeng (EML) berupa pengeboran sumur ENC-2.

“Ya, kemarin sudah dilakukan sosialisasi rencana ekplorasi ENC 2, ini merupakan lanjutan dari kegiatan ENC 1 untuk mengidentifikasi tingkat geologi dan ekonominya,” ujar Kabag ESDM Pemkab Sumenep, Moh. Kahir. 

Untuk itu, pihaknya membutuhkan dukungan masyarakat semua pihak, utamanya masyarakat dan Kepala Desa Tanjung sebagai lokasi ekplorasi migas tersebut. 

“Sesuai harapan pak Bupati (A. Busyro Karim), tahun 2020 sudah tahap ekploitasi atau produksi,” jelasnya.

Menurut Kahir, jika kegiatan ekplorasi migas di Desa Tanjung sukses, maka akan menjadi pertama dan satu-satunya di Kabupaten Sumenep dan akan sangat menguntungkan kepada daerah.

Karena secara otomatis, Sumenep menjadi daerah penghasil migas yang berhak kepada dana bagi hasilnya. Sehingga Sumenep akan memiliki banyak keuntungan.

“Kalau selama ini kan hanya diperoleh dari offshore yang di Pagerungan, sementara di Raas dan Gili Genting kita gak ada,” ujarnya.

Sehingga penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) di Sumenep selama ini sangat kecil. Sementara ketika EML sukses Sumenep akan mendapatkan DBH 85 persen, belum lagi Coorporate Sosial Responbility (CSR) dan dana Participacing Interest (PI).

“Disisi lain, rencana pembangunan PLTGU 450 Mega watt di Desa Tanjung juga akan mudah terwujud,” tandasnya.

Namun begitu, Kahir belum bisa memastikan kontraknya ekploitasi migas di Desa Tanjung tersebut, karena masih menunggu hasil ekplosi. Tapi katanya, biasanya kontrak tersebut antara 20 sampai 30 tahun, sesuai dengan produksi migas itu sendiri.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan