Warga melihat salah satu produk ikan kaleng yang mengandung cacing di sebuah toko di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, Selasa (3/4/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah mengumumkan 27 produk ikan kaleng Mackerel yang mengandung cacing parasit.

Namun, hingga kini produk makanan ikan kaleng tersebut masih banyak beredar di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, tanpa ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat.

Mohammad Hisyam (45), pemilik toko swalayan Perintis Jaya, mengaku bahwa sampai saat ini masih belum ada pemberitahuan atau imbauan resmi dari pemerintah setempat perihal produk makanan kaleng yang mengandung cacing.

Pihaknya mengetahui produk makanan kaleng yang mengandung cacing setelah muncul di berbagai pemberitaan di medsos dan televisi. Namun, dia mengaku di tokonya sudah ada salah satu pabrik yang telah melakukan penarikan produknya.

“Memang baru tadi pagi ABC menarik produk makanannya dari toko saya, lalu sudah saya pisahkan produk-produk ABC Mackarel Sarden dari display penjualan,” kata Hisyam, Selasa (3/4/2018).

Hisyam menuturkan, ada empat macam makanan bermerek ABC sudah dilakukan pemisahan. Prinsipnya ada dua cara untuk penarikan produk, bisa surat pemberitahuan dan imbauan dari Pabrik ataupun dari dinas terkait.

Menurutnya, sejauh ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang belum memberitahukan perihal tersebut.

Akibat belum ada tindak lanjut dari pemerintah setempat perihal adanya produk ikan kaleng Mackerel yang mengandung cacing parasit ditemukan beredar di wilayah Kota Sampang seperti di toko swalayan Finamart Jalan Selong Permai.

“Kalau itu memang berbahaya segara dinas terkait melakukan sosialisasi dan melayangkan surat pemberitahuan, supaya saya segera me-return produk-produk itu kepada pabriknya. Karena pengalaman sebelumnya, banyak informasi yang belum jelas dan ternyata hoax. Nah kalau informasi itu valid, segera dong dinas layangkan surat kepada semua toko,” kata Moh Salim, pemilik Finamart.

Terpisah, Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengakui, pihaknya sudah melakukan rapat persiapan menjelang hari lebaran dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jatim sekaligus membahas produk makanan kaleng yang berbahaya tersebut.

“Ini surat edarannya tadi pagi sudah dikirim melalui pesan WhatsApp, segera berkoordinasi dengan pihak lainnya untuk melakukan pengawasan di semua toko yang menjual produk makanan kaleng,” ungkapnya.

Wahyu berjanji akan segera turun ke lapangan guna menertibkan peredaran produk makanan kaleng yang mengandung cacing parasit.

“Dalam minggu ini dan secepatnya kami segera berkoordinasi dengan Dinkes, Satpol PP, Kabag Perekonomian, dan Polres untuk operasi pasar dan toko karena ketua tim Satgas ini adalah Dinkes,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.