Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur Ismail membeberkan adanya temuan menjelang pilkada 2018. Temuan itu terkait data pemilih.

Menurut Ismail, ada 33 ribu warga Pamekasan hingga kini belum memiliki dokumen kependudukan, berupa e-KTP.

“Kalau tidak salah menurut KPU (Pamekasan) ada 33 ribu masyarakat yang belum memiliki e-KPT,” ungkap Ismail, Rabu (21/3/2018).

Politisi Partai Demokrat tersebut pun meminta Dispendukcapil dan KPU setempat kembali melakukan validasi terhadap temuan tersebut. Apakah jumlah sebanyak itu orangnya betul-betul ada di Pamekasan atau di luar negeri, bekerja menjadi TKI.

Sebab, Ismail khawatir, hal ini bisa menimbulkan kecurangan saat pilkada Juni mendatang.

“Suara seperti ini rawan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Khawatir nanti digunakan untuk kecurangan. Nanti orangnya ada di luar negeri tapi masih memiliki hak pilih di Pamekasan,” tambahnya.

Mantan aktivis PMII itu bahkan berencana memanggil KPU, Panwaslu, dan Dispendukcapil setempat guna membahas dan mencari solusi terbaik atas temuan ini.

“(Jumlah) 33 ribu ini sangat besar sekali dan bisa menentukan salah satu Paslon untuk menang. Makanya kami nanti akan panggil pihak-pihak terkait untuk membahas ini, karena kami tidak ingin Pilkada tahun ini ada kecurangan,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan