Ilustrasi beras

Pamekasan, (Media Madura) – Pendistribusian Beras Sejahtera (Rastra) di Kabupaten Pamekasan seringkali menuai permasalahan.

Permasalahan yang muncul cukup variatif, mulai dari temuan kualitas rastra yang jelek dan dinilai tidak layak konsumsi, hingga penyaluran rastra kepada penerima manfaat yang tidak tepat sasaran, karena daftar penerima manfaat (DPM) tidak valid.

“Pemkab Pamekasan mewajibkan pemerintah desa agar memverifikasi ulang DPM rastra yang ada di seluruh desa. Agar permasalahan ini tidak terulang kembali,” terang (Plt) Sekretaris daerah Kabupaten Pamekasan, Mohamad Alwi Jumat (16/3/2018).

Lebih lanjut pihaknya terus mewanti-wanti, agar jangan sampai ada warga yang sudah tidak layak menerima bansos rastra, masih masuk dalam DPM rastra di Pamekasan. Sebab, sejak 2018 rastra tidak lagi menjadi program subsidi, melainkan program bantuan sosial pemerintah yang sifatnya gratis tanpa memungut biaya dari warga sepeserpun.

“Kami tidak berkeinginan ada DPM yang sudah pindah dari salah satu, masih masuk dalam DPM di desa tersebut. Mereka harus diganti oleh warga lain yang lebih berhak menerima rastra tersebut,” tambahnya.

Menurutnya Pemerintah berkeinginan penyaluran rastra benar-benar tepat sasasaran. Mengacu pada DPM tahun lalu, jumlah DPM rastra di Pamekasan sekitar 82.758 keluarga. Sebelumnya, mereka memperoleh jatah sebanyak 15 kilogram rastra per bulan.

“Untuk tahun ini mereka yang masuk dalam DPM rastra hanya akan menerima 10 kilogram tiap bulan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bulog Sub Divre XII Madura, M Syfaruddin Arief mengungkapkan, kalau masyarakat menemukan rastra yang tak layak komsumsi supaya melaporkan ke kantor bulog. termasuk bisa mengembalikan beras yang dinilai kurang layak konsumsi tersebut ke gudang Bulog.

“Jika masyarakat menemukan rastra yang tak layak komsumsi segera laporkan pada kami, kita akan ganti dengan rastra yang layak,” imbaunya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.