Ilustrasi

Pamekasan, (Media Madura) – Tanah di Kabupaen Pamekasan, Madura, Jawa Timur ternyata banyak yang tidak dilengkapi surat-surat atau sertifikat.

Itu diketahui, setelah Badan pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan mendapatkan kuota 45 ribu bidang tanah yang harus disertifikat.

“Ada sekitar 45 ribu bidang tanah akan disertifikat tahun ini,” kata Kepala BPN Pamekasan Tugas Dwi Padma.

Ribuan jatah, itu tambah Tugas Dwi Padma, diperuntukkan untuk empat kecamatan. Meliputi tiga desa di Kecamatan Pasean, Waru dua desa, Tlanakan dua desa, dan Proppo dua desa.

”Ini akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini fokus di sembilan desa,” tambahnya.

Proses sertifikasi itu melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dulu bernama Program Operasi Nasional Agraria (Prona), dan program itu dibiayai pemerintah.

“Tujuan PTSL adalah memudahkan masyarakat mendapatkan kepastian hukum atas bidang tanah yang dimiliki. Biaya PTSL sudah ditanggung negara,” tutup Tugas Dwi Padma.

Program sertifikat tanah rakyat itu sudah berdasar pada surat bersama Kementerian Agraria, Kemendagri, dan Kementerian Desa PDTT, serta dituangkan dalam Perbup 21/2017, biaya perbidang hanya Rp 150 ribu. Uang itu untuk biaya patok pembatas tanah, materai, dan pemberkasan.

Reporter: Rifqi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.